Senin, 13 April 2026

Emak-emak Semakin Menjerit, Setelah Cabai, Harga Tahu Tempe Siap-siap Naik, Ini Pemicunya

Kenaikan harga pangan khususnya pokok nampaknya akan terus mengalami kenaikan terbaru pengrajin tahu tempe akan menaikkan harga

Editor: Hajrah
TRIBUNKALTARA.COM/OCHA
Kenaikan harga pangan khususnya pokok nampaknya akan terus mengalami kenaikan. Setelah cabai dan telur, terbaru pengrajin tahu tempe akan menaikkan harga produksinya menyusul tingginya nilai kedelai impor. Naasnya, kenaikan harga kedelai ini terjadi di tengah masih tingginya harga sejumlah bahan pokok lain di dalam negeri. (TRIBUNKALTARA.COM/OCHA) 

TRIBUNKALTARA.COM- Kenaikan harga pangan khususnya pokok nampaknya akan terus mengalami kenaikan.

Setelah cabai dan telur, terbaru pengrajin tahu tempe akan menaikkan harga produksinya menyusul tingginya nilai kedelai impor.

Naasnya, kenaikan harga kedelai ini terjadi di tengah masih tingginya harga sejumlah bahan pokok lain di dalam negeri.

Seperti diketahui, kebutuhan kedelai perajin tahu dan tempe per tahun sekitar 3 juta ton.

Dari jumlah itu, sekitar 80 persen merupakan kedelai impor dan sisanya kedelai lokal.

Kondisi ini menyebabkan perajin tahu dan tempe sangat bergantung sekali dengan kedelai impor.

Ketika harganya naik, para perajin yang sebagian besar merupakan industri rumah tangga mau tidak mau pasti akan terimbas.

Tercatat sejak Januari hingga pekan pertama Februari 2022, kedelai impor yang dibeli perajin harganya tidak stabil dan pada umumnya naik terus di kisaran Rp 10.500 per kg-Rp 11.500 per kg.

Di luar Jawa, harganya bisa tembus Rp 12.000 per kg.

Dari sekitar 160.000 perajin, sekitar 30.000 perajin atau 20 persennya telah berhenti produksi untuk sementara waktu. Para perajin tersebut kebanyakan berskala kecil dengan kebutuhan kedelai impor sekitar 10 kg-20 kg per hari. Kenaikan harga kedelai impor yang terus berubah relatif cepat menyebabkan mereka tidak mampu membeli kedelai yang harganya semakin naik.

Baca juga: Pedagang Tahu Tempe Keluhkan Kenaikan Harga Kedelai, Disperindagkop Tana Tidung Bakal Pantau Harga

Harga kedelai dalam negeri mengalami peningkatan belakangan ini. Berdasarkan data yang dilaporkan Kementerian Perdagangan, harga kedelai pada minggu pertama Februari 2022, mencapai 15,77 dollar AS per bushel atau berkisar di Rp 11.240 per kilogram.

Kemendag juga memprediksi dalam waktu dekat harga tempe dan tahu akan mengalami kenaikan di tingkat masyarakat.

Dirjen Perdagangan Dalam negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan, jika harga kedelai mencapai Rp 12.000 per kilo, maka harga jual tempe di konsumen akhir akan naik hingga Rp 300 menjadi Rp 10.600 per kilogram. Sementara harga tahu naik Rp 50 menjadi per potong menjadi Rp700 per potong

"Diperkirakan naik sampai Juli. Kalau Rp 12.000 tidak terlampaui ya. Sekarang ini harga kedelai masih Rp 11.500. Jadi harga tempe Rp 10.300 per kilogram dan tahu Rp 650 per potong," kata Oke dalam konferensi pers, Jumat (11/2/2022).

Baca juga: Harga Kedelai Mahal, Pengrajin Tahu dan Tempe di Bontang Bakal Mogok Produksi Dua Hari

Penyebab kenaikan harga kedelai

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved