Berita Tarakan Terkini

Imbas 8 Siswa Positif Covid-19, SDN Utama 1 Tarakan Kembali Berlakukan Pembelajaran Daring

Imbas ditemukannya 8 siswa positif Covid-19, SDN Utama 1 kembali berlakukan pembelajaran daring.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Aktivitas di SDN Utama 1 Tarakan sepi tak ada kegiatan pasca kembali melakukan pembelajaran daring. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Imbas ditemukannya 8 siswa positif Covid-19, SDN Utama 1 kembali berlakukan pembelajaran daring.

Mulai Jumat (18/2/2022) kemarin hingga 3 Maret 2022 mendatang, SDN Utama 1 yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman Kota Tarakan meniadakan aktivitas pembelajaran tatap muka (PTM).

Ini dikarenakan ditemukan siswa terpapar Covid-19. Kronologis terungkapnya sendiri dikatakan Kepala SDN Utama 1 Tarakan, Drs. Arifin R Said.

Baca juga: Jadwal Speedboat Reguler Rute Nunukan ke Tarakan Minggu 20 Februari 2022, Hanya 6 Armada Beroperasi

Kronologisnya Sendiri dikatakan Kepala SDN Utama 1, seorang anak dilaporkan orangtuanya tidak turun sekolah pada Rabu (16/2/2022) kemarin.

Seharusnya jadwal siswa tersebut turun sekolah pada hari Rabu (16/2/2022) namun karena sekolah menerapkan sistem per sesi di mana hari Senin masuk sekolah, dan Selasa tidak masuk dan baru masuk di hari Rabu.

“Senin masih masuk sekolah, selasa tidak. Hari Rabunya ditelpon orangtuanya menginformasikan anaknya tidak masuk alasannya sudah dirapid mandiri dan hasilnya positif. Karena kondisinya batuk,” urai Arifin.

Karena sang orantua belum yakin terkait hasilnya, dilaporkan ke guru siswa dan kembali melakukan rapid antigen kembali.

“Hasilnya positif. Karena ibunya sudah positif duluan karena sudah rapid. Itu karena anaknya yang umur dua tahun mengalami demam, dan hasil rapid test positif. Jadi anaknya yang sekolah, mengeluh sakit tenggorokan dan dirapid, hasil positif,” urainya.

Ia melanjutkan, pihak sekolah melaporkan ke Disdikbud Tarakan dan diteruskan ke Satgas Penanganan Covid-19.

Dan diberikan instruksi untuk satu kelas bersama siswa yang positif dilakukan tracing kontak.

“Kemarin tracing diarahkan ke Karang Rejo. 12 anak ditracing satu sesi ada 8 positif. Kelas tiga semua. Itu yang satu sesinya. Karena satu kelas ada dua sesi dan dia masuk di sesi 1,” beber Arifin.

Lebih lanjut Arifin menambahkan, dari hasil itu pihaknya menerima surat dari Dinkes Tarakan untuk melaksanakan pembelajaran daring dari tanggal 18 Februari sampai 3 Maret 2022.

“Untuk seluruh kelas. Dan dianjurkan, kalau ada tenaga kependidikan batuk pilek demam, konsultasi ke Dinkes kemungkinan ditracing,” jelasnya.

Adapun siswa yang dinyatakan positif sendiri, sebelumnya rerata sudah melaksanakan vaksinasi 6-11 tahun. “Tapi apakah semua sudah atau belum saya belum telusuri sampai ke sana,” jelasnya.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kaltara Minggu 20 Februari 2022, Waspada Potensi Hujan Lebat Malam Ini di Tarakan

Karena saat ini pihaknya sudah melaksanakan vaksinasi dosis pertama dan dosis kedua. Adapun siswa yang sudah menjalani dosis 1 dan 2 mencapai 50 persen.

“Kemungkinan sudah divaksin mereka. Tapi walau sudah vaksin bukan berarti bebas tertular. Informasi dari orangtua, anaknya tidak mengalami gejala apa-apa,” urainya.

Mereka kini kemudian menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Artinya pihak sekolah sudah menjadwalkan sistem daring.

“Untuk guru aman saja sejauh ini,” pungkasnya. (*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved