Berita Tana Tidung Terkini

Santok Korban Longsor di Tambang Batu Bara Tana Tidung tak Ditemukan, Basarnas Hentikan Pencarian 

Hingga hari ini, Selasa (5/4/2022) satu korban longsor batu bara di areal Tambang PT Pipit Mutiara Jaya (PMJ) belum ditemukan.

Penulis: Risnawati | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ HO-BASARNAS TARAKAN
Pencarian korban longsor batu bara di areal Tambang PT Pipit Mutiara Jaya (PMJ) beberapa waktu lalu. ( 

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Hingga hari ini, Selasa (5/4/2022) satu korban longsor batu bara di areal Tambang PT Pipit Mutiara Jaya (PMJ) Kabupaten Tana Tidung (KTT) belum ditemukan.

Diketahui, korban longsor batu bara yang hingga kini belum ditemukan bernama Santok (32).

Saat dikonfirmasi TribunKaltara.com, Kepala Operasi Basarnas Tarakan, Dede Hariana mengatakan pelaksanaan pencarian korban telah ditutup dihari ketujuh.

Baca juga: Longsor di Tambang Batu Bara Tana Tidung, BPBD Sempat tak Dibolehkan Masuk, Reaksi DLH Kaltara

"Masih nihil (korban belum ditemukan). Pencarian korban sudah kita tutup di hari ketujuh.

Jadi kita serahkan ke pihak manajemen perusahaan," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Selasa (5/4/2022)

Dia mengatakan, pembukaan pencarian kembali oleh Basarnas Tarakan akan dilakukan apabila ada tanda-tanda korban ditemukan.

Baca juga: Tambang Batu Bara di Tana Tidung Longsor hingga Telan Korban, DLH Kaltara Singgung Soal Sanksi

Pembukaan kembali pencarian jika ada tanda-tanda korban ditemukan.

Meski begitu, pihak Basarnas Tarakan masih menunggu perkembangan pencarian dari PT PMJ.

"Mungkin pihak perusahaan membutuhkan lagi evakuasi. Jika tidak sanggup, maka Basarnas akan turun membantu," katanya.

Pencarian korban longsor batu bara di areal Tambang PT Pipit Mutiara Jaya (PMJ) beberapa waktu lalu.
Pencarian korban longsor batu bara di areal Tambang PT Pipit Mutiara Jaya (PMJ) beberapa waktu lalu. (TRIBUNKALTARA.COM/ HO-BASARNAS TARAKAN)

"Karena pihak perusahaan juga tidak meminta lagi Basarnas untuk membantu pencarian.

Dari pihak manajemennya sendiri yang usaha dalam pencarian korban tersebut. Tapi jika diperlukan, kita siap selalu," sambungnya.

Dede akui, kendala yang dihadapi timnya dalam pencarian korban, yakni medan pencarian yang cukup sulit.

Baca juga: Soal Longsor Tambang Batu Bara di Kabupaten Tana Tidung, Ini Tanggapan DLH Kaltara

Ditambah, faktor cuaca yang saat itu sering dilanda hujan, sehingga menghambat proses pencarian.

"Mungkin di lokasi sudah banyak sekali lumpur atau tanah longsor, dan juga mungkin faktor cuaca yang sering hujan," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved