Selasa, 28 April 2026

Berita Kaltara Terkini

Jumat Agung, GPIB Maranatha Tanjung Selor Laksanakan Perjamuan Kudus, Ini Maknanya

Ratusan umat nasrani yang tergabung dalam GPIB Jemaat Maranatha, Tanjung Selor mengikuti prosesi perjamuan kudus, Jumat (15/4/2022).

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI
Pendeta GPIB Maranatha, Pdt. Ny. Petronela Y. Warissal-Hermanus saat memimpin perjamuan kudus dalam ibadah Jumat Agung di GPIB Maranatha, Tanjung Selor, Jumat (15/4/2022). 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Ratusan umat nasrani yang tergabung dalam GPIB Jemaat Maranatha, Tanjung Selor mengikuti prosesi perjamuan kudus, Jumat (15/4/2022).

Prosesi yang diikuti sekitar 250 jiwa tersebut, menjadi bagian dalam peribadatan di hari Jumat Agung menjelang Hari Raya Paskah.

Pendeta GPIB Maranatha, Pdt. Ny. Petronela Y. Warissal-Hermanus mengatakan, Jumat Agung bermakna bagi setiap umat Nasrani.

Baca juga: Live Streaming Misa Jumat Agung 15 April 2022, di Gereja Katolik Mulai Pukul 15.00 Wita

Karena di peristiwa penyaliban Yesus itu mengadung arti pengorbanan untuk menyelamatkan umat manusia.

"Maknannya adalah memperingati kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib, pengorbanan Kristus yang menyelamatkan manusia yang berdosa," kata Pdt. Ny. Petronela Y. Warissal-Hermanus.

Baca juga: Makna Puasa dan Pantang Umat Katolik saat Jumat Agung, Bukan Berarti Tidak Makan dan Minum

Adapun untuk prosesi perjamuan kudus yang dilaksanakan di sebuah meja besar berbentuk salib, memiliki makna penyelamatan manusia atas pengorbanan Kristus.

Dirinya berpesan, agar setiap umat tetap percaya dan mengikuti perintah Yesus hingga akhir hayat nanti.

Pendeta GPIB Maranatha, Pdt. Ny. Petronela Y. Warissal-Hermanus saat memimpin perjamuan kudus dalam ibadah Jumat Agung di GPIB Maranatha, Tanjung Selor, Jumat (15/4/2022).
Pendeta GPIB Maranatha, Pdt. Ny. Petronela Y. Warissal-Hermanus saat memimpin perjamuan kudus dalam ibadah Jumat Agung di GPIB Maranatha, Tanjung Selor, Jumat (15/4/2022). (TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI)

"Makan roti dan minum anggur, roti itu lambang tubuh Kritsus, dan anggur lambang darah Kristus yang telah tercurah bagi kita umat manusia," katanya.

"Sehingga kita manusia yang berdosa diselamatkan oleh pengorbanan Kristus," terangnya.

Baca juga: Wafat Isa Almasih Bukan Hari Raya Paskah, Umat Kristiani Rayakan Jumat Agung, Simak Perbedaanya

"Bagi setiap orang percaya biarlah kita tetap setia memikul salib dan mengikut Yesus, sampai pada akhirnya Ia memanggil kita, kita tetap setia kepada Kristus," pesannya.

(*)

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved