Berita Tarakan Terkini

Antisipasi Masuknya PMK, Karantina Tarakan Samakan Persepsi di Forum RDP

Kepala Karantina Pertanian Tarakan menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar oleh Komisi II DPRD Kota Tarakan.

Editor: Amiruddin
HO/BKP Tarakan
Kepala Karantina Pertanian Tarakan menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar oleh Komisi II DPRD Kota Tarakan. 

TRIBUNKALTARA.COM - Kepala Karantina Pertanian Tarakan menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar oleh Komisi II DPRD Kota Tarakan.

RDP tersebut membahas terkait antisipasi p

Penyakit mulut dan kuku ( PMK ) terhadap hewan ternak di Kota Tarakan menjelang Idul Adha.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tarakan, Dinas Kesehatan Kota Tarakan dan MUI.

Pengawasan terhadap komoditas hewan dan produk hewan yang masuk ke Tarakan dilakukan oleh Pejabat Karantina Pertanian Tarakan Wilayah Kerja Malundung.
Pengawasan terhadap komoditas hewan dan produk hewan yang masuk ke Tarakan dilakukan oleh Pejabat Karantina Pertanian Tarakan Wilayah Kerja Malundung. (HO/BKP Tarakan)

Pada forum tersebut, A. M. Alfian Kepala Karantina Tarakan menegaskan bahwa seluruh hewan ternak berkuku belah yang masuk Kota Tarakan berasal dari daerah bebas PMK dan telah dilakukan tindakan karantina di daerah asal dan dilengkapi sertifikat kesehatan.

"Sebelum diberangkatkan hewan tersebut telah dikarantina selama 14 hari di daerah asal dan setelah sampai di Kota Tarakan, dilakukan kembali pemeriksaan fisik, dokumen dan desinfeksi media pembawa dan alat angkut oleh Pejabat Karantina.

Telah dilakukan serangkaian tindakan sehingga kami menjamin hewan ternak tersebut sehat," ungkap Alfian.

Baca juga: Pastikan Bebas PMK, Pejabat Karantina Lakukan Pengawasan Lalulintas Hewan

Ia juga memamparkan bahwa pihaknya telah menggandeng TNI, Polri dan Instansi terkait lainnya untuk bersinergi meningkatkan pengawasan lalulintas media pembawa khususnya hewan ternak sehingga pemasukan secara ilegal dapat terkontrol.

Selain itu juga sesuai arahan Menteri Kementrian Pertanian bahwa pihaknya telah gencar melakukan sosialisasi PMK di platform media sosial dan beberapa media lain.

"PMK bukan zoonosis, bukan penyakit yang dapat menular ke manusia sehingga masyarakat tidak perlu khawatir untuk mengkonsumsi daging sapi khususnya menjelang Idul Adha selama daging tersebut telah dimasak dengan benar telah mencapai minimal suhu 70 derajat selama 30 menit," tutupnya.

(*)

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved