Berita Tarakan Terkini

Siapkan Hewan Kurban 1.250 Ekor Sapi,Pemkot Tarakan akanTurunkan Petugas Lapangan Usai Penyembelihan

Total ada sekitar 1.250 ekor sapi ternak yang akan didatangkan menjelang Idul Adha nanti. Ini di luar dari jumlah sapi yang saat ini ada di Tarakan.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Sapi yang kerap didatangkan dari Gorontalo dalam proses penggemukan dan siap dikurbankan. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Total ada sekitar 1.250 ekor sapi ternak yang akan didatangkan menjelang Idul Adha nanti. Ini di luar dari jumlah sapi yang saat ini sudah ada di Tarakan dan dalam proses penggemukan.

Dikatakan Elang Buana, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tarakan, yang akan didatangkan untuk memenuhi kebutuhan lebaran.

“Jadi pas Idul Adha hanya kurbannya saja. Kalau kambing ada sekitar 600 ekor. Biasa dari Gorontalo didatangkan,” sebut Elang Buana kepada TribunKaltara.com

Baca juga: Pemkab Nunukan Perketat Masuknya Hewan Ternak dari Luar, Alim: 30 Ekor Sapi dari Sulsel Sehat Semua

Adapun lanjutnya, sapi tersebut semua didatangkan dari Gorontalo. Memang melalui Palu.

“Biasanya dari Kabupaten Ohuwa yang memang masuk dalam wilayah Provinsi Gorontalo dipakai jalan darat ke Palu dan naik veri tujuan Tarakan,” jelasnya.

Baca juga: Ciri-ciri Sapi Terjangkit PMK, Buya Yahya Jelaskan Cara Memilih Hewan Kurban Sesuai Syariat Islam

Sejauh ini disebutkan Elang, sapi kebanyakan didatangkan dari Gorontalo karena gorontalo relatif lebih aman dari penyakit.

“Ada beberaoa penyakit yang memang dihindari dan alhamdulillah Tarakann bebas ASF, PMK dan antraks dan zoonosis. Kita pilih mana yang aman saja wilayahnya,” jelasnya.

Elang Buana, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tarakan.
Elang Buana, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tarakan. (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

Yang jelas lanjutnya saat ini setiap kali ada sapi datang, harus melalui karantina selama 14 hari.
Lebih lanjut ia juga menambahkan, selama Idul Adha nanti akan ada petugas berkeliling.

Yang dipantau pertama adalah organ yang krusial seperti hati, limpa, paru dan jantung dan dilihat apa penyakitnya.

Baca juga: Intip Perawatan Spesial Sapi Kurban Pesanan Jokowi, Rutin Minum Ramuan Herbal Kunyit dan Gula Merah

"Petugas semua dilibatkan turun ke lapangan dari kabid kadis turun semua lapangan jangan sampai ada penyakit seperti di Bogor pernah kecolongan kena antraks dan dimakan dan dikonsumsi yg konsumsi meninggal semua jadi berbahaya," pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved