Berita Nunukan Terkini

Pemkab Nunukan Perketat Masuknya Hewan Ternak dari Luar, Alim: 30 Ekor Sapi dari Sulsel Sehat Semua

Jelang Idul Adha, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertanak) Nunukan perketat masuknya hewan ternak dari luar daerah.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ HO-Alim
30 ekor sapi dipasok dari Sulawesi Selatan terpantau sehat di kandang, 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Jelang Idul Adha, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertanak) Nunukan perketat masuknya hewan ternak dari luar daerah.

Hal itu dilakukan mengingat adanya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sudah terdeteksi pada ternak sapi di Berau, Kalimantan Timur, belum lama ini.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Alim Bakrie mengatakan pihaknya sudah bersurat kepada pihak kecamatan untuk memperketat masuknya hewan ternak dari luar daerah.

Baca juga: Kepala KPwBI Provinsi Kaltara Tedy Optimis Inflasi 2022 Tetap Terjaga, TPID dan OPD Siap Kawal PMK

"Kita sudah bersurat kepada setiap kecamatan untuk antisipasi masuknya hewan ternak dari luar dengan jenis Ruminansia seperti sapi, kerbau, dan kambing," kata Alim Bakrie kepada TribunKaltara.com, Selasa (14/06/2022), pukul 11.40 Wita.

Alim menyebut untuk wilayah Kabupaten Nunukan sampai saat ini masih terbilang aman. Karena hewan ternak selama ini dipasok dari Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Kalau di wilayah III banyak ternak lokal. Seperti di Lumbis dan Sebuku. Justru dari wilayah III yang kirim ke Malinau, karena ada akses darat," ucapnya.

Baca juga: Antisipasi Masuknya PMK, Karantina Tarakan Samakan Persepsi di Forum RDP

Menurut Alim, sampai saat ini hewan ternak di Kaltara masih aman dari wabah PMK.

Meski begitu, ia menyampaikan pihaknya bersama Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan, Wilayah Kerja Nunukan akan terus memantau setiap kedatangan hewan ternak dari luar daerah.

"Minggu lalu kita kedatangan 30 ekor sapi dari Sulsel, sehat semua. Sebelum ke Nunukan hewan ternak dikarantina 14 hari dulu di Susel. Begitu hewannya tiba di Nunukan didisenfektan dulu. Lalu kami minta surat keterangan kesehatan hewan kepada Balai Karantina," ujarnya.

Pegawai Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan, Wilayah Kerja (BKP Wilker) Nunukan, melakukan disenfeksi kepada puluhan hewan ternak sapi yang baru tiba dari Sulawesi Selatan, di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Senin (30/05), siang.
Pegawai Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan, Wilayah Kerja (BKP Wilker) Nunukan, melakukan disenfeksi kepada puluhan hewan ternak sapi yang baru tiba dari Sulawesi Selatan, di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Senin (30/05), siang. ((HO/ drh Budi Setiawan))

Tak sampai disitu, selama di kandang Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan, Wilayah Kerja Nunukan bersama Dispertanak akan terus memantau kondisi hewan tersebut.

"Kalau ada hewan sakit di kandang, kami amati dulu. Kalau sakit biasa tidak dilakukan pengambilan sampel. Tapi kalau mengarah ke PMK, sampel kami ambil lalu dikirim ke Balai Venteriner Banjarbaru," tuturnya.

Baca juga: Pastikan Bebas PMK, Pejabat Karantina Lakukan Pengawasan Lalulintas Hewan

Larang Warga Potong Hewan Kurban Betina Produktif

Alim sampaikan bahwa pihaknya melarang warga memotong hewan kurban betina yang produktif.

"Kami ada persyaratan terkait pemotongan hewan kurban. Jangan sampai hewan kurban yang dipotong nanti jenis betina yang produktif," ungkapnya.

Larangan untuk memotong hewan kurban jenis betina produktif, karena populasi hewan harus terus dikembangkan.

Baca juga: Ciri dan Pencegahan PMK pada Hewan Ternak, Bupati Syarwani Sebut di Bulungan Belum Ditemukan

"Kita mau mengembangkan populasi hewan. Jadi jangan memotong hewan kurban yang betina produktif. Ketentuannya ada bahkan yang melanggar ada dendanya," imbuh Alim.

(*)

Penulis: Febrianus Felis

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved