Rabu, 15 April 2026

Berita Tarakan Terkini

Hingga Mei 2022, Tangani 21 Kasus HIV, Dinas Kesehatan Tarakan Sebar 12 Layanan Konseling & Testing

Hingga Mei 2022, tangani 21 kasus HIV, Dinas Kesehatan Tarakan sebar 12 layanan konseling dan testing.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Bahriyahtul Ulum, Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kota Tarakan. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Hingga Mei 2022, tangani 21 kasus HIV, Dinas Kesehatan Tarakan sebar 12 layanan konseling dan testing.

Selama Januari hingga Mei 2022, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tarakan mencatatkan total ada 21 kasus HIV yang ditangani.

Itu berdasarkan jumlah pemeriksaan terhadap 3.968 orang dan ditemukan positif sebanyak 21 orang.

Baca juga: Dinkes Tarakan Lakukan Imunisasi Campak & Rubela pada Anak, Selama Pandemi 4 Kelurahan Capai Target

Kemudian di tahun 2021 masih di masa pandemi Covid-19, data Januari sampai Desember mencapai 50 kasus positif HIV dari total 9.266 yang diperiksa dan menjalani pemeriksaan HIV.

Angka ini cukup menurun temuannya dibanding 2020 lalu yang lebih tinggi yakni mencapai 58 kasus dari total 9.102 yang diperiksa.

Data ini diungkapkan Bahriyahtul Ulum, Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kota Tarakan.

“Kasus HIV di Tarakan bukan hanya kasus HIV positif ditangani. Tapi ada upaya penemuan bagaimana menjaring untuk dapatkan kasus HIV. HIV ini fenomena gunung es. Di bawah banyak dan positif lebih banyak belum ditemukan,” beber Bahriyahtul Ulum.

Ia melanjutkan, HIV beda denga penyakit lain khusus dalam pengobatan. Pengobatan bagi mereka tertular harus dijalani seumur hidup.

“Sehingga ketika ada ditemukan, diharapkan dia langsung berobat harapannya kita begitu,” ungkap Bahriyahtul Ulum.

Saat ini lanjutnya, penemuan yang dilakukan dimaksimal saat proses penjaringan dan pemeriksaan seluruh lapisan masyarakat.

Meski lanjutnya memang ada populasi tinggi yang ikut terjaring termasuk masyarakat umum yang bersedia melakukan tes HIV.

“Saat ditemukan kasus positif harapan kita langsung diobati. Tapi ternyata tidak semudah itu. Terutama mereka yang tidak merasakan gejala masih merasa sehat saja meski punya perilaku faktor berisiko terkait penulara HIV/AIDS,” beber Bahriyahtul Ulum.

Untuk Tarakan lanjutnya, sampai hari ini yang berobat aktif sebanyak 220 orang. Meski diakuinya, yang berobat juga ada yang hilang, ada yang meninggal.

Baca juga: Evaluasi Jalur Zonasi & Afirmasi,Ini Kebijakan Baru Dinas Pendidikan Tarakan Bagi Calon Peserta PPDB

“Jadi ada beberapa layanan perawatan dan dukungan pengobatan. Tidak semua faskes bisa memberikan layanan HIV. Untuk ODHA akan mendapatkan layanan pengobatan di layanan PDP,” bebernya.

Dulu, PDP Tarakan dulu hanya ada di RSUD Tarakan sekarang lanjutnya sudah ada di RSUKT, dan dua di puskesmas salah satunya Kelurahan Karang Rejo untuk pengobatan.

“Untuk layanan pemeriksaan sendiri konseling dan testing untuk HIV kita ada 12 layanan. Puskesmas, RSUKT, PMI, KKP masuk dalam jajaran untuk konseling dan testing. Nanti akan diberikan konseling,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved