Idul Adha

Ini Larangan Ketika Melaksanakan Kurban di Hari Raya Idul Adha, UAS: Berdasarkan Ajaran Rasulullah

Catat, berikut ini larangan ketika melaksanakan kurban di Hari Raya Idul Adha dijelaskan Ustadz Abdul Somad.

Tribunnews
ILUSTRASI - Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah 

TRIBUNKALTARA.COM - Catat, berikut ini larangan ketika melaksanakan kurban di Hari Raya Idul Adha dijelaskan Ustadz Abdul Somad.

Menurut Ustadz Abdul Somad, berdasarkan ajaran Nabi Muhammad SAW, bagi yang ingin berkurban dilarang untuk mencukur bulu atau rambut yang ada di badan dan menggunting kuku.

Larangan tersebut berlaku pada 1-10 Zulhijah dan dihukumi sunnah atau tidak wajib bagi umat muslim.

"Hal tersebut bertujuan semacam terapi yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, dari tanggal 1-0 Zulhijah semua rambut dan kuku panjang, pada pagi harinya tanggal 10 semua dicukur dan digunting, maka akan memunculkan semangat baru," terang Ustadz Abdul Somad dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube WANCANX.

Ditambahkannya, semangat baru tersebut diharapkan sebagai bentuk motivasi yang menyeruak pada diri kaum muslimin agar meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Sedangkan larangan memakan daging hewan kurban sendiri adalah tidak benar.

Ustadz Abdul Somad menuturkan justru umat muslim dianjurkan memakan daging hewan kurban miliknya sendiri, usai shalat Idul Adha.

Tentunya selepas shalat Idul Adha langsung melakukan penyembelihan hewan kurban.

"Setelah dipotong maka makanlah. Yang dimakan hati hewan kurban, potong hatinya, cuci bersih, kasih perasan jeruk nipis, setelah hilang bau amis dikasih garam, tusuk, bakar, makan," jelas pendakwah disapa UAS.

Ia mengatakan hal tersebut makanan pertama yang afdhol dimakan di tanggal 10 Zulhijah.

Namun, makan tersebut dilakukan setelah selesai shalat Idul Adha. Inilah perbedaan Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, dimana ketika ingin shalat Idul Fitri disunnahkan makan terlebih dahulu.

Sedangkan Hari Raya Idul Adha, selepas subuh disunnahkan tak makan, pergi ke mesjid shalat ied, selepas shalat pulang dan menyembelih hewan kurban, makanan pertama yang dimakan adalah hati hewan kurban tersebut.

UAS menyerukan pentingnya mengetahui ilmu dan sunnah-sunnah dalam berkurban agar mendapat pahala berlipat dan dosa-dosa diampuni.

Dalam memotong hewan kurban, harus tahu ilmu dan dasarnya, jika merasa tak kompeten maka sebaiknya dilakukan orang lain yang mahir.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved