Jumat, 10 April 2026

Berita Tarakan Terkini

Tak Ditemukan Varian B.4 dan B.5 Omicron di Tarakan, Jubir Satgas Devi Ungkap Lebih Ganas Delta.

Di Kota Tarakan belum ditemukan varian B.4 dan B.5 Omicrom. Hal ini diungkapkan Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tarakan . Devi Ika Indriarti.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti 

TRIBUNKALTARA.COM,TARAKANJubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tarakan menegaskan sampai saat ini belum ada terdeteksi varian baru Omicron BA.4 dan BA.5 masuk ke Kota Tarakan.3

Dikatakan dr. Devi Ika Indriarti, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Tarakan, karena masuk jenis Omicron, maka tidak ada yang membedakan secara khusus.

“Pasti sama juga dengan Omicron, keganasannya tergantung apakah dia memiliki komorbid atau tidak,” jelasnya.

Baca juga: Sub Varian Omicron Ditemukan di Indonesia, Jubir Satgas Tarakan Sebut Begini Cara Pencegahannya 

Jika dia memiliki komorbid maka bisa memperparah kondisi yang dialami pasien.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tarakan ini juga mengakui, dibandingkan varian sebelumnya, memang varian Delta yang dinilai paling ganas dibanding Omicron.

Baca juga: Jubir Satgas Covid-19 Kaltara Sebut, Sub-Varian Omicron Sulit Terdeteksi, Masyarakat Diminta Waspada

Untuk itu ia mengingatkan kepada masyarakat jangan berhenti memakai masker walaupun sudah ada instruksi pusat boleh melepas masker sesuai ketentuan yang ditetapkan.

“Tren masker itu sebenarnya kita masih tetap juga. Buka masker juga pasti ada pembatasannya karena ini masih adaptasi. Apalagi masih pandemi dan belum ke endemi. Misalnya dalam satu kegiatan ketika tidak bisa jaga jarak dua meter ya tetap pakai masker,” tegasnya. Makanya lihat situasi, keadaan dan perkembangan kasusnya.

Protein lonjakan Omicron dengan mutasi baru terlihat dalam warna merah, biru, emas dan hitam.
Protein lonjakan Omicron dengan mutasi baru terlihat dalam warna merah, biru, emas dan hitam. (Pusat Penelitian Virus di Universitas Glasgow via Tribunnews)

Ia juga menegaskan, jika secara nasional ada peningkatan kasus, maka kebijakan boleh tidak memakai masker akan dipertimbangkan. “Pasti ada pembatasan lagi. Kan ini kan karena kasusnya mulai menurun dan kita bisa mengendalikan Covid-19 berarti boleh lah kita berubah ke transisi,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved