Kamis, 16 April 2026

Berita Tarakan Terkini

Pemberangkatan Umrah dan Haji Dibuka, Pemohon Paspor Bertambah, Tiap Hari 20 Sampai 30 Orang

Keberagkatan luar negeri dibuka khususnya umrah dan haji, membuat kenaikan pemohon pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kota Tarakan.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Aktivitas pelayanan pembuatan paspor di Kantor UPT Imigrasi Kelas II TPI Kota Tarakan. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN- Terjadi kenaikan pembuatan paspor oleh masyarakat di UPT Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kota Tarakan.

Peningkatan pembuatan paspor ini dipicu salah satunya karena umrah dan haji mulai dibukan di 2022 ini oleh Pemerintah Arab Saudi.

Dikatakan Andi Mario, Kepala Kantor UPT Imigrasi Kelas II TPI Kota Tarakan, dalam sehari orang datang membuat paspor bisa di kisaran 20 orang sampai 30 orang.

Baca juga: Layanan Eazy Passport, Ada 80 Pemohon Paspor di Bulungan pada Hari Pertama

“Jadi tadinya tiga orang sampai lima orang, sekarang rata-rata 30 orang satu hari,” urai Andi Mario.

Ia mengungkapkan, peningkatan selain karea ada pelonggaran prokes bagi pelaku perjalanan khususnya di luar negeri juga karena dibukanya pintu keluar melalui PLBN Tunon Taka Nunukan.

Karena lanjutnya masyarakat perbatasan lebih banyak menyeberang ke negara tetangga.
“Kemarin juga, umrah sudah dibuka sejak kemarin dan haji juga sudah dimulai tahun ini. Sehingga ada penambahan,” ujarnya.

Baca juga: Urus Paspor Sambil Ngabuburit, Batasi Hanya 50 Orang, Ini Penjelasan Kepala Imigrasi Nunukan

Meski demikian ada kuota dibuka setiap hari yakni maksimal hanya melayani pembuatan paspor 40 orang.
“Belum ada penambahan karena satu hari 40-an. Rata-rata masih di bawah 40 atau 30 permintaan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, upaya jemput bola juga dilakukan pihaknya di semua wilaha kerja.

“Di Malinau, Tana Tidung dan Bulungan. Tiga tempat ini melaksanakan jemput bola. Kemarin tim berangkat Jumat hari ini dimulai sistem jemput bola,” ujarnya.

Mario, Kepala Kantor UPT Imigrasi Kelas II TPI Kota Tarakan.
Mario, Kepala Kantor UPT Imigrasi Kelas II TPI Kota Tarakan. (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

Dan lanjutnya, pekan lalu juga sudah ada dilakukan jemput bola pembuatan paspor seperti di Malinau dan total sampai tembus 230 pemohon paspor baru.

“Tana Tidung dua bulan lalu hampir 100 orang pemohon paspor. Tujuan rerata umrah dan ke Malaysia berlibur kunjungi keluarga. Khusus jemput bola, kendala tidak ada ditemui petugas di lapangan dan pemerintah setempat merespons dan bersinergi dengan pemda setempat,” urainya.

Baca juga: Tak Punya Paspor, 3 Anak Perempuan Bersaudara Ditangkap Imigresen Malaysia, Begini Nasibnya Sekarang

Jemput bola sendiri sistemnya harus bersurat ke pemerintah kabupaten meminta tempat.
“Jadi meminta fasilitas listrik dan jaringan internet. Jika disetujui maka dibuka pelayanan misalnya selama tiga hari,” lanjutnya.

Kemudian, paspor dicetak di Kantor Imigrasi Tarakan dan antusiasnya cukup tinggi. “Tidak perlu repot dan sangat membantu mereka. Rerata jemput bola 230 orang selama tiga hari, Bulungan 200-an orang dua bulan lalu,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved