Berita Tana Tidung Terkini

Jelang Idul Adha Diprediksi tak Ada Lonjakan Penumpang Speedboat di Pelabuhan Tana Tidung

Arus mudik penumpang Speedboat, jelang Idul Adha diprediksi tak mengalami kenaikan. Hal ini seperti yang terjadi pada tahun sebelummnya.

Penulis: Risnawati | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/RISNAWATI
Aktivitas penumpang speedboat reguler di Pelabuhan Tideng Pale, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Jelang Hari Raya Idul Adha, aktivitas mudik penumpang speedboat di Kabupaten Tana Tidung diprediksi tak alami lonjakan.

Motoris Speedboat Minsen Express, Mustar mengatakan, lonjakan penumpang di Tana Tidung biasa terjadi di Hari Raya Idul Fitri.

"Kalau Idul Adha biasa aja, biasanya ndak ada lonjakan. Kecuali lebaran Idul Fitri baru ada lonjakan.

Kaya lebaran kemarin itu," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Kamis (30/6/2022),

Baca juga: Posko Lebaran Idul Fitri1443 Hijriah Resmi Ditutup, Ini Evaluasi KSOP Tarakan Arus Mudik & Balik

Meski begitu dia sampaikan, aktivitas penumpang tahun 2022 ini cukup meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Dia mengungkapkan, sepinya penumpang tahun sebelumnya disebabkan oleh pandemi Covid-19.

Baca juga: 8 Speedboat Reguler Rute Nunukan-Tarakan Dijadwalkan Berangkat Hari Ini, Kamis 30 Juni 2022

"Tahun ini kan sudah ndak ada pembatasan, ndak kaya tahun lalu.

ASN sekarang juga sudah bisa mudik. Di KTT ini kan rata-rata penumpangnya ASN," katanya.

Hal serupa juga disampaikan penjaga loket Pelabuhan Tideng Pale, Siti Darmawati. Dia memprediksi, tak ada lonjakan penumpang di Idul Adha ini.

Loket pembelian tiket speedboat yang berlokasi di Pelabuhan Tideng Pale.
Loket pembelian tiket speedboat yang berlokasi di Pelabuhan Tideng Pale. (TRIBUNKALTARA.COM/RISNAWATI)

"Setiap tahun kayanya begitu, ndak ramai penumpang. Kalau Idul Fitri baru ramai.

Kalau Idul Adha itu, ya macam hari-hari biasa aja," terangnya.

Baca juga: Posko Lebaran Idul Fitri1443 Hijriah Resmi Ditutup, Ini Evaluasi KSOP Tarakan Arus Mudik & Balik

Terkait harga tiket speedboat reguler, dia sampaikan tak ada perubahan atau kenaikan harga.

Yang mana, masih dibanderol dengan harga Rp 220 ribu per orang.

"Gitu juga kalau anak-anak, tergantung dia duduk atau ndak. Kalau dia duduk di kursi sendiri, ya bayar Rp 220 ribu juga.

Tapi, kalau dia dipangku orang tuanya, cuma bayar asuransi aja Rp 10 ribu," jelasnya.

(*)

Penulis: Risnawati

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved