Berita Tarakan Terkini

Dugaan LGBT di Tanjung Pasir, Wali Kota Masih Bahas Dengan Forkopimda, Minta Warga Tidak Anarkis 

Keberadaan dugaan LGBT di Tanjung Pasir ditolak masyarakat. Walikota Tarakan masih membahas dengan Forkopimda. Minta masyarakat lapor ke aparat.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKANWali Kota Tarakan, dr.Khairul, M.Kes ikut merespons viral masyarakat Tanjung Pasir yang menolak keberadaan dugaan LGBT atau sekelompok perempuan menyerupai laki-laki atau dikenal perempuan tomboi dan penyuka sesama jenis.

Dikatakan Khairul, sebenarnya berbicara hidup bersama berkumpul kebo apakah itu berbeda jenis dan sesama jenis secara UU dilarang. Kalau agama sudah pasti melarang.

“UU negara kita ini memang tidak mengakui itu juga. Oleh karena itu sebenarnya seharusnya ada tindakan untuk mencegah ini terjadi,” urainya.

Baca juga: Dugaan Keberadaan LGBT di Tanjung Pasir, Hal ini yang Bakal Dilakukan Babinkamtibmas Mamburungan 

Pihaknya akan membahas hal ini bersama unsur Forkopimda mengenai tindakan yang akan diambil.
Adapun lanjutnya, untuk tindakan tegas sendiri, pihaknya harus mendapatkan informasi terlebih dahulu.

“Karena ini harus dipastikan benar tidak. Tentu kami akan bicarakan dengan Forkopimda isu ini. Mungkin nanti dari kepolisian, TNI dan BIN punya kemampuan dan kompetensi melakukan penelitian di lapangan,” beber Khairul.

Baca juga: Soal Dugaan LGBT, MUI Kaltara Sambangi Warga Tanjung Pasir, Pertemuan Hasilkan 4 Kesepakatan

Nanti informasi yang diperoleh maka akan dibahas pihaknya dalam Forkopimda bersama-sama melalui dinas teknis misalnya Kesbangpol.

“Dibahas bersama-sama supaya nanti dilihat tindakan apa yang dilakukan. Yang pasti secara UU negara juga tidak dibenarkan,” urainya.

Pertemuan bersama warga Tanjung Pasir dan rombongan MUI Kaltara dan Tarakan dalam rangka mencari solusi bersama terkait keberadaan kelompok perempuan berpenampilan menyerupai laki-laki, Senin (27/6/2022).
Pertemuan bersama warga Tanjung Pasir dan rombongan MUI Kaltara dan Tarakan dalam rangka mencari solusi bersama terkait keberadaan kelompok perempuan berpenampilan menyerupai laki-laki, Senin (27/6/2022). (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak anarkis. Mengingat Indonesia merupakan negara hukum dan semua persoalan diserahkan kepada aparat keamanan.

Baca juga: Penjelasan MUI Kaltara Tentang LGBT, Pria Menyerupai Wanita Tidak Dibenarkan, Begtu Pula Sebaliknya

“Nanti aparat menegakkan aturan secara UU,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved