Berita Tarakan Terkini

Barang Bukti 78 Kasus Dimusnahkan dan Dibuang di Parit, Kejari Tarakan Launching Layanan Konsultasi

Barang bukti dari 78 perkara yang ditangani Kejari Tarakan dimusnahkan dengan cara dibakar dan dilarutkan ke dalam air lalu dibuang ke parit.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Momen pemusnahan barang bukti yang sudah berkekuatan hukum tetap atau inkrah dimusnakan di Kantor Kejaksaan Negeri Tarakan dalam rangkaian Hari Bhakti Adhyaksa ke-62, Jumat (22/7/2022). 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Total 78 perkara ditangani Kantor Kejaksaan Negeri Kota Tarakan yang sudah dinyatakan inkrah sejak April 2022 sampai Juli 2022.

Dari total 78 perkara tersebut, barang bukti yang disita hari ini dilakukan pemusnahan bertepatan juga rangkaian Hari Bhakti Adhyaksa Ke-62.

Adapun jenis BB dimusnahkan mulai dari narkotika jenis sabu-sabu sebelumnya digunakan untuk kepentingan alat bukti di persidangan, kemudian sejumlah sajam seperti badik, pisau, pedang dan puluhan handphone, alat bong atau alat isap sabu-sabu.

Baca juga: Tambang Emas Ilegal Sekatak Kembali Beroperasi, Polisi Amankan 10 Tersangka Beserta Barang Bukti

BB tersebut ada yang dimusnahkan dengan cara dilarukan ke dalam air lalu dibuang ke dalam parit, ada yang dimusnahkan dengan cara dibakar, handphone dimusnahkan dengan cara dihancurkan menggunakan palu, dan juga dipotong menggunakan alat pemotong serta sajam yang turut dimusnahkan dengan cara dipotong menjadi bagian terkecil.

Dikatakan Adam Saimima, Kepala Kantor Kejaksaan Negeri Tarakan, dari total 78 perkara yang sudah inkrah tersebut, terdiri dari 68 perkara narkotika 10 perkara lainnya.

Adapun lanjutnya, terhadap kasus inkrah dan BB dikembalikan lanjutnya, langsung dikembalikan kepada pemilik tanpa ditunda.

Baca juga: BNNK Tarakan Musnahkan Barang Bukti 8,3 Gram Sabu, Besok Berkas Pelaku Masuk Tahap P-21

“Misalnya sepeda motor, dikembalikan kepada yang berhak, datang ke Kejaksaan Tarakan langsung ataupun petugas bawakan yang penting pemilik punya kontak bisa dihubungi dan kami punya pengantaran BB gratis,” ujar Adam Saimima.

Lebih lanjut diungkapkan Adam, terhadap perkara barang bukti yang dilelang sesuai laporan masuk saat ini sudah dalam proses. “Sekarang melalui KPNL selaku Apraisal negara jadi akan dilakukan mereka dan semua orang bisa ikut secara online ada diumumkan di media massa,” jelasnya.

Adapun BB yang dilelang berupa motor, kendaraan roda empat, speedboat dan kayu. Sebagian BB dititikan di Kejaksaa Tarakan dan sebagiannya lagi di lokasi penitipan.

Hari Bhakti Adhyaksa Ke-62 dan Pemusnahan Barang Bukti Yang Telah Berkekuatan Hukum Tetap (INKRAHT) di Kantor Kejaksaan Negeri Tarakan
Hari Bhakti Adhyaksa Ke-62 dan Pemusnahan Barang Bukti Yang Telah Berkekuatan Hukum Tetap (INKRAHT) di Kantor Kejaksaan Negeri Tarakan (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

“Tahun lalu ada. Ada setiap tahun lelang masuk kas negara karena penyelenggara KPKNL,” ujarnya

Lebih jauh ia melanjutkan, total kontribusi dari lelang ke kas negara mencapai ratusan juta.
Lebih jauh menyoal momen Hari Bhakti Adhyaksa ke-62 tahun ini, ia menegaskan Kejaksaan harus menjadi roule model dan harus humanis.

“Tajam ke atas humanis ke bawah. Mengedepankan HAM. Sejauh ini pembenahan kinerja sejak kami bertugas dan pimpinan sebelumnya, arahan pimpinan harus jadi roule model dan tidak boleh bertingkah di luar aturan main,” ujarnya.

Baca juga: Lanjutan Kasus Briptu Hasbudi, Polda Kaltara Amankan Barang Bukti Bernilai Miliaran Rupiah

Termasuk harus jadi contoh penegakan hukum yang benar dan secara internal selaku Kajari selalu melakukan pembinaan terus menerus.

“Meminta aparat bekerja sesuai aturan institusi tidak boleh menyusahkan apalagi menyengsarakan masyarakat. Betul-betul menjadikan Kejaksaan sebagai tempat yang bersahabat buat masyarakat. Bukan tempat menakutkan,” ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved