Berita Tarakan Terkini

Dinkes Tarakan Sebut Vaksinasi Booster Kedua untuk Tenaga Kesehatan masih Menunggu Juknis

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menginstruksikan kepada setiap daerah untuk melakukan vaksinasi booster kedua bagi tenaga kesehatan.

TRIBUNKALTARA.COM/ GEORGIE SENTANA HASIAN SILALAHI
Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Tarakan, Irwan Yuwanda memberikan penjelasan terkait rencana vaksinasi booster kedua bagi nakes. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menginstruksikan tiap daerah di Indonesia lakukan vaksinasi booster kedua atau vaksin dosis keempat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan, Irwan Yuwanda mengatakan, pihak baru menerima regulasi dari Kemenkes RI tentang vaksinasi Covid-19 Booster kedua .

"Menerima regulasi emenkes baru kemarin jadi memang ada penguatan kembali untuk vaksinasi booster kedua atau dosis keempat. Tapi yang kita dapat instruksikan ini khusus tenaga kesehatan dulu," ucapnya Sabtu (30/7/2022).

Baca juga: Nakes di Kabupaten Tana Tidung Belum Disuntik Booster Kedua Covid-19, Dinkes Beber Alasannya

Rencana vaksinasi dosis keempat yang diberikan kepada para tenaga kesehatan (Nakes) di Tarakan, kata Irwan nanti menyesuaikan dengan ketersediaan yang ada.

"Sekarang kan boleh homolog atau heterolog, tapi kami masih menunggu Juknis jelasnya karena saat ini kita masih terima surat edarannya saja," ucapnya.

Kata Irwan, bila sejak dosis 1 sampai 3 mendapat vaksin Covid-19 jenis Moderna, maka dosis 4 harus sama pula.

Baca juga: Tenaga Kesehatan di Kabupaten Nunukan Belum Bisa Terima Vaksin Booster Kedua, Ini Alasannya

"Tapi kami juga secara pasti masih menunggu dulu arahan lebih lanjut, karena nakes itu kan ada yang moderna, pfizer," ucapnya.

Termasuk untuk pemberian setengah dosis atau penuh vaksinasi Covid-19 booster ke dua atau ke empat kepada nakes, menurut Irwan masih tunggu keputusan Kemenkes RI.

"Tapi sebenarnya bisa saja pakai setengah dosis, tapi kami butuh kepastian lah dari Kemenkes RI," ucapnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan, Irwan Yuwanda
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan, Irwan Yuwanda (TRIBUNKALTARA.COM/ GEORGIE SENTANA HASIAN SILALAHI)

Lebih lanjut, kata Irwan untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19 Booster ke 2 untuk nakes di Tarakan pihaknya akan mengecek dosis yang tersedia.

"Nanti kita lihat dulu stok vaksinnya yang tersedia berapa, baru kita koordinasi kan kepada seluruh faskes yang ada," ungkapnya.

Tak hanya itu, Irwan akui sebenarnya 29 Juli 2022 kemarin Nakes yang ada di Kota Tarakan sudah bisa dilaksanakan suntik vaksin Covid-19 Booster dosis dua.

Baca juga: Update Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Tana Tidung, Dinkes Ungkapi Booster Capai 28,81 Persen

"Cuman mereka belum ada yang melakukan karena Dinkes Tarakan harus melihat dulu stok vaksin dan kita belum koordinasi lebih lanjut karena baru terima regulasinya kemarin," ucapnya.

Menurut Irwan pertimbangan pemerintah pusat kembali melakukan vaksinasi Covid-19 Booster dosis 2 karena antibodi dalam diri manusia tidak bisa menetap dalam tubuh.

"Pasti dalam beberapa bulan kedepan akan menurun, kemudian mempertimbangkan adanya varian baru virus covid, lalu ada beberapa provinsi mengalami kenaikan kasus ya jadi perlu penguatan antibodi kembali," ucapnya.

Bahkan, Irwan mengatakan tidak tahu jelas regulasi baru seperti apalagi yang diperuntukkan bagi masyarakat umum tentang vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes RI.

Baca juga: Jelang Akhir Juli 2022, Target Vaksin Booster 30 Persen di Bulungan Belum Tercapai, Ini Penyebabnya

"Ya karena memang vaksinasi dosis 3 atau booster saja belum tercapaikan namun kita akan terus berupaya melaksanakan vaksinasi terus menerus untuk masyarakat Tarakan," ucapnya.

(*) 

Penulis: Georgie Sentana Hasian Silalahi

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved