Minggu, 19 April 2026

Berita Malinau Terkini

Usulan Peningkatan Jalan Malinau Selatan Berproses, Perwakilan Masyarakat Dipanggil DPRD Kaltara

DPRD Provinsi Kaltara panggl perwakilan Alianai Masyarakat Peduli Adat, untuk membahas tuntutan terkait jalan di tiga kecamatan Malinau.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI
Ilustrasi, tuntutan Aliansi Peduli Masyarakat Adat se-Sungai Malinau saat pertemuan di Desa Tanjung Nanga, Kecamatan Malinau Selatan Hulu, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Perkembangan terbaru terkait tuntutan masyarakat terkait peningkatan jalan di 3 kecamatan Malinau akan kembali dibahas bersama DPRD Provinsi Kalimantan Utara.

Perwakilan Aliansi Masyarakat Adat se-Sungai Malinau telah dipanggil oleh pihak DPRD Kaltara untuk membahas persoalan tersebut.

Saat dihubungi TribunKaltara.com, Ketua Aliansi Peduli Masyarakat Adat se-Sungai Malinau, Elisa Lungu menerangkan persoalan jalan utama di Malinau Selatan masih berlanjut.

Tuntutan masyarakat tersebut kembali bakal dibahas bersama perwakilan aliansi bersama DPRD Kaltara, Pemerintah Provinsi Kaltara dan Pemkab Malinau.

Baca juga: BPJN Kaltara Beber Kendala Bangun Ruas Jalan di Perbatasan Kaltara, Singgung Ruas Malinau-Krayan

"Senin ini, kami dipanggil untuk bahas bersama masalah jalan ini. Informasinya, dewan, Gubernur Kaltara dan Bupati Malinau akan ikut dalam pertemuan," ujarnya saat dihubungi TribunKaltara.com, Sabtu (6/8/2022).

Tuntutan masyarakat kata Elisa Lungu rencananya akan dibahas pada Senin (8/8/2022) di Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Utara.

Baca juga: Peningkatan Jalan Malinau Selatan Tersandung MoU, Masyarakat Minta Pemerintah tak Lepas Tangan

Diberitakan TribunKaltara.com, masyarakat meminta agar persoalan jalan bersama dengan perusahaan batu bara agar ditingkatkan.

Selain persoalan jalan, Aliansi yang terdiri dari 25 desa di Kecamatan Malinau Selatan, Malinau Selatan Hulu dan Malinau Selatan Hilir juga menyuarakan dampak lingkungan aktivitas batu bara di 3 kecamatan tersebut.

Ilustrasi, tuntutan Aliansi Peduli Masyarakat Adat se-Sungai Malinau saat pertemuan di Desa Tanjung Nanga, Kecamatan Malinau Selatan Hulu, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu.
Ilustrasi, tuntutan Aliansi Peduli Masyarakat Adat se-Sungai Malinau saat pertemuan di Desa Tanjung Nanga, Kecamatan Malinau Selatan Hulu, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu. (TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI)

Elisa Lungu menerangkan pihaknya akan terus menyuarakan aspirasi masyarakat, utamanya terkait peningkatan jalan hingga usulan tersebut diakomodir.

"Besok, perwakilan aliansi termasuk saya akan berangkat ke Tanjung (Selor). Soal jalan ini kita terus perjuangkan sampai disepakati," katanya.

Baca juga: Diusulkan Sejak 20 Tahun, Jalan di Malinau Selatan Lahirkan MoU antara Pemkab & Perusahaan Batubara

Perwakilan masyarakat berharap agar keputusan tersebut dapat mencapai hasil akhir terkait solusi pwrmasalahan jalan di wilayah penghasil batu bara tersebut.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved