Berita Kaltara Terkini

Gubernur Zainal Paliwang Sebut Kaltara Rawan Terdampak Bencana Hidrometereologi: Banjir dan Longsor

Kaltara merupakan daerah rawan bencana banjir dan longsor dan kebakaran hutan Hal ini disampaikan Gubernur Kaltara Zainal Paliwang.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI
Gubernur Kaltara, Zainal Paliwang dan Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati, saat ditemui usai kegiatan Sosialisasi Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana Kaltara tahun 2022-2026 di Gedung Gadis, Tanjung Selor, Kamis 11 Agustus 2022. 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Gubernur Kaltara, Zainal Paliwang, mengungkapkan, Provinsi Kaltara adalah daerah yang rawan bencana.

Bencana di Kaltara, kata Zainal, dominan disebabkan oleh bencana hidrometeorologi atau yang dipicu oleh faktor meteorologi seperti siklus air dan curah hujan.

Hal itu ia ungkapkan saat ditemui usai Sosialisasi Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana Kaltara tahun 2022-2026 di Gedung Gadis, Tanjung Selor.

Baca juga: BPBD Nunukan Sebut Semua Kecamatan Masuk Kategori Rawan Bencana, Relawan Disiagakan

"Yang tinggi di sini banjir dan longsor jadi bencana hidrometeorologi," kata Zainal Paliwang, Kamis (11/8/2022)

"Kalau basah dia sebabkan banjir, tanah longsor, kalau kering dia sebabkan kebakaran hutan," ungkapnya.

Baca juga: Setahun Terakhir 3.253 Bencana Terjadi di Indonesia, Masuk 35 Negara Paling Rawan Bencana di Dunia

Zainal mengatakan, pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap daerah rawan bencana di Kaltara.

Sejumlah daerah yang kerap terdampak bencana hidrometeorologis seperti Tarakan dan Nunukan menjadi perhatian Pemprov Kaltara.

Gubernur Kaltara, Zainal Paliwang saat memberikan sambutan Sosialisasi Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana Kaltara tahun 2022-2026 di Gedung Gadis, Tanjung Selor, Kamis 11 Agustus 2022
Gubernur Kaltara, Zainal Paliwang saat memberikan sambutan Sosialisasi Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana Kaltara tahun 2022-2026 di Gedung Gadis, Tanjung Selor, Kamis 11 Agustus 2022 (TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI)

"Kita buat rencana penanggulangan bencana dan desa tangguh bencana, umtuk pemetaan ini sudah dilakukan dan kami juga serahkan ke BNPB,"

"Untuk daerahnya, kalau longsor itu di Tarakan karena konturnya itu bukit dan pasir, manakala bangun rumah dan pohon ditebang itu potensi longsor. Kalau banjir di Nunukan, seperti di Lumbis Pansiangan, Sembakung karena itu kiriman dari Malaysia," tutur Zainal.

(*)

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved