Berita Nunukan Terkini

Uang Ringgit Masih Beredar di Pulau Sebatik, Digunakan untuk Beli Barang Malaysia, Ancaman Pidana?

Uang ringgit Malaysia masih banyak beredar di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, daerah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: Sumarsono
Tribun Kaltara
Surianti, warga Pulau Sebatik memegang uang rupiah edisi terbaru saat ditemui awak media di Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kamis (01/09/2022), siang. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Uang ringgit Malaysia masih banyak beredar di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, daerah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Beredarnya uang ringgit ini membuat masyarakat Pulau Sebatik hingga saat ini masih ada yang bertransaksi dengan menggunakan uang Malaysia, bukan rupiah.

Surianti (35), warga Sebatik Tengah kepada TribunKaltara.com mengatakan, dirinya terkadang masih menggunakan uang ringgit saat berbelanja di toko yang menjual barang-barang Malaysia.

"Saya sebulan 2-3 kali belanja di toko yang menjual barang Malaysia pakai ringgit.

Tapi kalau belanja ke pasar tradisional pakai rupiah," kata Surianti saat ditemui sedang menukarkan uang kertas rupiah edisi terbaru, Kamis (01/09/2022), pukul 14.00 Wita.

Baca juga: Sempadan Malaysia-RI Dibuka, Tukang Dolar di Nunukan Sebut Tak Ada Kenaikan Permintaan Ringgit

Meski begitu, Surianti menuturkan penggunaan mata uang ringgit saat ini tidak masif seperti dulu.

"Kalau sekarang penggunaan ringgit di Sebatik tidak seramai dulu. Banyak juga turis yang berwisata ke sini singgah di toko hanya untuk beli ringgit.

Kata mereka sekadar untuk koleksi. Uang Rp 17.000 itu kena RM5 (ringgit)," ucapnya.

Saat ditanyai mengenai uang rupiah edisi terbaru, Surianti mengaku lebih menarik bentuknya.

Ia bahkan menukarkan uang rupiahnya senilai Rp 2.000.000 untuk mendapatkan edisi terbaru.

Diketahui Bank Indonesia pagi tadi membuka layanan penukaran uang pecahan kecil dan uang rusak kepada masyarakat Sebatik.

Wardah (24) sedang melayani orang yang ingin menukarkan uang rupiah ke ringgit, Minggu (10/04/2022), sore.
Wardah (24) sedang melayani orang yang ingin menukarkan uang rupiah ke ringgit, Minggu (10/04/2022), sore. (TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS)

"Saya penasaran sama uang rupiah yang baru, makanya mau tukar cepat. Uang rupiah yang baru agak kecil bentuknya, terus nggak mudah kusut, kerena aja sih," ujarnya.

"Sebagian saya mau pakai belanja, sebagian lagi dikoleksi," tambahnya.

Hal serupa juga dikatakan oleh Umar Mustafa (51), seorang pedagang ayam potong di Sebatik Tengah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved