Berita Nunukan Terkini

Dampak Kenaikan BBM, Tarif Speedboat Nunukan-Tanjung Selor Naik jadi Rp 405 Ribu, Ini Kata Gapasdap

Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik, penyesuaian tarif speedboat reguler Nunukan-Tanjung Selor naik jadi Rp405.000, Gapasdap: Biaya operasional naik.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM / FEBRIANUS FELIS
Speedboat Aisyah Perdana rute Nunukan-Tanjung Selor mulai bertolak dari Pelabuhan Liem Hie Djung belum lama ini. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Harga tiket speedboat reguler Kalimantan Utara (Kaltara) rute Nunukan-Tanjung Selor (pulang-pergi) telah ditetapkan Dinas Perhubungan Kaltara menjadi Rp405.000.

Kini harga tiket speedboat reguler rute Nunukan-Tanjung Selor mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp375.000.

Penyesuaian tarif speedboat reguler tersebut disebabkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Sabtu (03/09/2022).

Analis Kebijakan Dinas Perhubungan Kaltara, Fredi mengatakan penetapan harga tiket speedboat reguler rute Nunukan-Tanjung Selor mulai berlaku hari ini Senin (12/09/2022).

Baca juga: 9.919 KPM di Nunukan Mendapat BLT Bahan Bakar Minyak, Dinas Sosial: Hanya yang Masuk Dalam DTKS

"Hasil rapat kemarin bersama Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) dan pemilik speedboat, tarif yang disepakati sebesar Rp405.000," kata Fredi kepada TribunKaltara.com, melalui telepon seluler, sore.

Lebih lanjut Fredi sampaikan bahwa untuk sementara ini penetapan penyesuaian tarif speedboat reguler Nunukan-Tanjung Selor melalui surat edaran Pemerintah Provinsi Kaltara.

"Dasar tarif baru ini sesuai surat edaran dulu karena kalau nunggu Pergub (Peraturan Gubernur) keluar itu pasti lama. Tapi Pergub prosesnya sambil berjalan," ucapnya.

Biaya Operasional Speedboat Naik 30 Persen

Sementara itu, Sekretaris DPD Gapasdap, Bayu Ngari Singal menjelaskan kenaikan BBM berimbas pada biaya operasional speedboat. Sehingga penyesuaian tarif perlu untuk dilakukan.

"Setelah kami hitung biaya operasional speedboat naik 30 persen dari sebelum adanya kenaikan BBM. Sehingga kami ajukan tarif sekira Rp490.000-an. Setelah nego, disepakati jadi Rp405.000," ujar Bayu Ngari Singal.

Menurut Bayu, kenaikan BBM membuat harga spare part dan oli mesin speedboat naik signifikan.

"Spare part itu dibeli dari luar. Kipas mesin harganya dulu di bawah Rp10.000.000, sekarang di atas itu. Oli mesin juga naik 15 persen," tuturnya.

Lanjut Bayu,"Dulu masih bisa dihandle oleh pengusaha speedboat kalau masalah spare part, tapi begitu BBM naik setelah dihitung bisa rugi kalau tarif tidak dinaikkan," ungkapnya.

Bayu menyebut armada speedboat yang melayani keberangkatan rute Tanjung Selor-Nunukan yakni Gembira Express. Untuk rute Nunukan-Tanjung Selor yakni Aisyah Perdana.

Baca juga: TNI AL dan Ditresnarkoba Polda Kaltara Tangkap Tangan Kurir Sabu 50 Gram di Nunukan, 1 Pelaku Kabur

Mengenai jadwal keberangkatan, kata Bayu dibuat fleksibel dengan menyesuaikan jumlah penumpang berangkat dan yang pulang.

"Jadwalnya itu Senin dan Rabu satu speedboat. Nanti Rabu dan Kamis gantian dengan speedboat satunya. Biasanya juga Sabtu dan Minggu beroperasi tergantung penumpang," imbuhnya.

Lanjut Bayu,"Misalnya ada 25 orang yang mau berangkat ke Nunukan. Saya akan jalan, tapi bukan berati untung. Harapan saya ketika pulang lebih dari 25 orang dengan tambahan 10-20 orang. Kalau hanya 5 tambahannya, kami tidak beroperasi," pungkasnya.

Penulis: Febrianus Felis

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved