Berita Nunukan Terkini

Cabai jadi Penyumbang Inflasi Terbesar, Pemkab Nunukan Bakal Bagi Bibit Lombok Unggul ke 20.000 KK

Cabai jadi penyumbang inflasi terbesar, Pemkab Nunukan bakal bagi bibit lombok unggul ke 20.000 KK: Inflasi Kabupaten Nunukan itu capai 4,6 persen.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/FEBRIANUS FELIS
Ugishati menjajakan barang dagangannya di Pasar Inhutani Nunukan, Kalimantan Utara, Senin (19/07/2021), siang. TRIBUNKALTARA.COM/FEBRIANUS FELIS 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan, Mukhtar menyebut cabai jadi penyumbang inflasi terbesar di daerahnya.

Untuk menekan laju inflasi yang terjadi saat ini, Mukhtar mengatakan pemerintah daerah (Pemda) melalui dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan akan memberikan bantuan bibit cabai unggul nasional kepada 20.000 kepala keluarga (KK).

"Inflasi Kabupaten Nunukan itu capai 4,6 persen. Penyumbang inflasi terbesar di Kabupaten Nunukan adalah cabai. Sehingga kami akan berikan bibit cabai unggul kepada 20.000 KK," kata Mukhtar kepada TribunKaltara.com, Senin (19/09/2022), pukul 15.00 Wita.

Mukhtar menjelaskan setiap KK nantinya akan mendapat 5 polybag. Dari 5 polybag tersebut hanya 1 polybag besar yang berisi tanah dengan campuran pupuk.

Baca juga: Temukan Banyak Truk ODOL, Satantas Polres Nunukan Gandeng Dishub Lakukan Penataan Kendaraan Besar

Sedangkan 4 polybag lainnya yang berukuran 8×9 Cm diberikan dalam keadaan kosong atau tanpa campuran tanah dengan pupuk.

Total pohon cabai yang ditargetkan Pemda akan tumbuh dengan subur sebanyak 100.000 pohon.

"Kalau kami yang beli media tanamnya mahal. Makanya hanya satu polybag saja yang berisi tanah dengan campuran pupuk. Untuk Nunukan dan Nunukan Selatan ada 15.000 KK yang akan menerima bibit cabai. Sedangkan di Pulau Sebatik ada 5.000 KK," ucapnya.

Menurut Mukhtar yang berhak menerima bantuan bibit cabai unggul nasional tersebut adalah keluarga dari ekonomi menengah ke bawah.

Setiap kelurahan kata Mukhtar, pihaknya akan menempatkan 4-5 penyuluh yang akan mendampingi keluarga penerima bantuan bibit cabai tersebut.

"Kami peroleh data keluarga penerima bantuan bibit cabai itu dari masing-masing kelurahan. Lalu penyuluh kami nanti yang akan mendampingi. Misalnya saat terkena hama, penyuluh kami yang bantu semprotkan pestisida," ujar Mukhtar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved