Berita Tarakan Terkini

Harga Telur di Tarakan Turun Rp 2 Ribu Per Piring, Harga Daging Sapi Masih Rp 150 Ribu Per Kg

Pasar di kota Tarakan Kalimantan Utara ada penurunan harga telur ayam. Sedankan harga daging masih tetap Rp 150 ribu per Kg.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Harga telor mulai mengalami penurunan di sejumlah pasar di Tarakan. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Harga telur mulai mengalami penurunan meski sudah terjadi kenaikan harga BBM. Rerata diakui penjual telur di sejumlah pasar di Tarakan, terjadi penurunan hingga Rp 2000 per piringnya.

Seperti diakui Ahmad Yani, penjual telur di Pasar Gusher Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Sebelumnya harga telur biasa dijualkan Rp 63 ribu, kini turun menjadi Rp 60 ribuan per piringnya untuk ukuran paling kecil.

“Untuk yang sedang sebelumnya harganya Rp 65 ribu jadi Rp 63 ribuan. Kalau yang besar dari Rp 67 ribuan turun jadi Rp 65 ribuan, turunnya ya sedikit saja,” aku Ahmad Yani.

Baca juga: Info Komoditas di Pasar Malinau, Harga Telur Ayam dan Daging Menanjak, Cabai dan Bawang Turun Tipis

Adapun ukuran jumbo saat ini dihargai Rp 68 ribuan per piring dari harga sebelumnya sekitar Rp 70 ribuan per piringnya.

Penurunan harga ini lanjutnya karena dari pasokan wilayah asal seperti di Sulawesi juga melakukan perubahan harga.

Baca juga: Harga Telur di Kabupaten Tana Tidung Diprediksi Turun, Tarif Ongkos Pengiriman Malah Naik

“Kalau di Tarakan mengikuti saja mengikuti harga di Sulawesi. Kalau pembelinya tidak bertambah, normal saja,” ujarnya.

Biasanya jika sedang ramai, dalam sehari bisa habis 100 piring. Namun normalnya di kisaran 50 piring per hari.

Penjualan daging di Pasar Gusher Kota Tarakan Kalimantan Utara
Penjualan daging di Pasar Gusher Kota Tarakan Kalimantan Utara (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

“Tergantung kondisi dan rezekinya juga,” tukasnya.

Selain Ahmad Yani, ada juga Ramli, penjual daging sapi segar. Ia mengakui untuk daging sapi tidak mengalami penurunan harga masih sama di kisaran Rp 150 ribu per kg.

Baca juga: Harga Daging Sapi di Pasar Pagi Nunukan Naik Jadi Rp 150 Ribu Perkilogram, Pembeli Tetap Ramai

Permintaannya justru semakin jauh menurun. Salah satu sebabnya, karena harga ongkos kirim didatangkan dari wilayah asal.

“Dari Sulawesi Tengah didatangkan dari Tolitoli dan Gorontalo. Per hari bisa motong dua ekor tak habis. Biasanya kalau ramai bisa sampai 12 ekor per hari dipotong,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

 

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved