INSIDEN MAUT DI STADION KANJURUHAN

Dirut PT LIB Ahmad Hadian Lukita Tersangka Kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Ini Penjelasan Kapolri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menetapkan Direktur Utama PT LIB Ahmad Hadian Lukita sebagai tersangka kasus kericuhan di Stadion Kanjuruhan

BOLASPORT
Dirut PT LIB, Ahmad Hadian Lukita resmi menjadi tersangka kericuhan di Stadion Kanjuruhan yang menewaskan ratusan suporter Arema FC, Aremania. (BOLASPORT) 

TRIBUNKALTARA.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan tersangka insiden ricuh di Stadion Kanjuruhan yang mengakibatkan 131 korban meninggal dunia.

Direktur Utama PT LIB Ahmad Hadian Lukita resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Diketahui Ahmad Hadian Lukita termasuk satu dari 6 tersangka yang diumumkan Kapolri.

"Saudara Ir AHL Direktur Utama PT LIB, dimana tadi sudah saya sampaikan, ia bertanggung jawab memastikan semua stadion memilki layak fungsi," kata Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Usut punya usut, kericuhan di Stadion Kanjuruhan yang menewaskan seratusan Aremania itu, imbas dari kelalaian Ahmad Hadian Luktia dalam melakukan verivikasi.

Kapolri menjelaskan, Ahmad Hadian Lukita tidak benar-benar melakukan verifikasi Stadion Kanjuruhan.

"PT LIB selaku penyelenggara kompetisi, tidak melakukan verifikasi terhadap Stadion Kanjuruhan.

Verifikasi terakhir dilakukan pada 2020 dan ada beberapa catatan yang seharusnya dipenuhi khususnya masalah keselamatan bagi penonton," ucap Kapolri.

Baca juga: Liga 1 Terhenti Gegara Insiden Maut di Kanjuruhan, Borneo FC Liburkan Pemain, Kata Elite Pesut Etam

"Tahun 2022 tidak dikeluakan verifikasi dan menggunakan hasil yang dikeluarkan pada tahun 2020 dan belum ada perbaikan terhadap catatan hasil verifikasi tersebut," tambah Listyo Sigit Prabowo.

Tersangka kedua, Ketua Panpel pertandingan AH yang disangkakan pasal 359 dan 360, dan pasal 103 Juncto 152 UU RI No 11 tahun 2022.

"Ditemukan fakta penonton yang datang hampir 42 ribu, dari panpel tidak menyiapkan rencana darurat untuk menangani situasi khusus.

Panpel tidak membuat dokumen keselamatan dan keamanan bagi penonton di Stadion," ucap Kapolri.

Tersangka ketiga, Security Offcier, SS yang disangkakan pasal serupa dengan AH.

Tersangka keempat, Kabag Ops Polres Malang, Wahyu SS melanggar pasal 359 atau pasal 360 KUHP.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved