Berita Malinau Terkini
Mengenal Permainan Tradisional Betor dari Malinau, Diikuti Pria dan Wanita, Begini Cara Bermainnya
Permainan tradisional, seperti Betor turut ditampilkan di Balai Adat Tidung Malinau dalam pagelaran pentas seni dan budaya.
Penulis: Mohamad Supri | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Permainan tradisional, seperti Betor turut ditampilkan di Balai Adat Tidung Malinau dalam pagelaran pentas seni dan budaya.
Seperti apa permainan tradisional Betor. Sebelum dikenal perangkat gawai, permainan ini kerap dimainkan masyarakat pada sore hari.
Ketua Panitia Imbaya Ngakan Ulun Tidung Malinau 2022, Syamsul kepada TribunKaltara.com, Senin (17/10/2022) menerangkan, kegiatan pentas seni dan budaya turut memperkenalkan permainan tradisional.
Baca juga: Sejarah Tiang Boloi Adat Tidung Malinau, Simbol Keharmonisan Hubungan Suku Etnis di Malinau
Di antaranya permainan tradisional yang disebut Betor. Terdiri dua mekanisme permainan, beregu dan single.
"Ini permainan dulu-dulu, kami panggil Betor. Ada yang solo ada yang beregu. Teknisnya, permainan ini pakai batu. Betor beregu Ini seru karena menguji kerja sama tim," ujarnya, Senin (17/10/2022).
Dalam sekali ronde, permainan ini dapat dimainkan oleh 3 pemain. Tiap pemain memegang sebuah batu untuk dibenturkan ke sasaran.
Baca juga: Festival Seni Budaya Adat Tidung Dijadwalkan Oktober 2022, Rangkaian Direncanakan Lebih Sepekan
Berjarak sekira 3-4 meter, batu sasaran diletakkan di atas garis. Pemain akan melemparkan batu tersebut untuk menentukan giliran.
Proses ini diulang sampai didapat urutan masing-masing pemain. Setelah giliran ditentukan, pemain akan meletakkan batu di atas kaki.
"Teknisnya ini seperti main kelereng. Nanti setelah dapat urutan.
Pemain menyimpan batunya di salah satu bagian kaki. Kemudian berjinjit dari garis start, menggunakan kaki dilempar ke batu tadi," katanya.
Tiap-tiap pemain akan berjalan dengan cara berjinjit. Sementara satu bagian kaki yang lain berjalan dari titik start menuju ke titik sasaran.
Baca juga: Silaturahmi Masyarakat Adat Tidung Sabah Malaysia, Bupati KTT Akan Undang ke Iraw Tana Tidung
Jika batu terjatuh, saat menuju target peserta akan didiskualifikasi. Pemain dapat kembali ketika salah satu anggota regu berhasil membenturkan batu ke sasaran.
"Kalau gagal, pemain ini bisa masuk lagi kalau permainan beregu. "Dijamin" bahasanya. Nanti poin-poinnya dihitung baru ditentukan pemenangnya," ungkapnya.
Syamsul mengatakan permainan tradisional Betor ini dulunya sering dimainkan pada sore hingga menjelang malam.
Baca juga: Terima Kunjungan Tokoh Adat Tidung Sesayap Hilir, Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali Sampaikan ini
Tujuan perlombaan permainan tradisional ini dimaksudkan untuk memperkenalkan permainan tradisional Betor sebagai bagian dari sejarah masyarakat Tidung di Malinau.
(*)
Penulis : Mohammad Supri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Betor-di-Malinau-02-17102022.jpg)