Jumat, 24 April 2026

Berita Nunukan Terkini

Puang Dirham Pamit dan Tinggalkan Warisan SAE LANUKA di Lapas Nunukan

Konsep pembinaan Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas Nunukan (SAE LANUKA) menekankan pendekatan humanis dan produktif di lingkungan pemasyarakatan.

Penulis: Fatimah Majid | Editor: Adhinata Kusuma
TribunKaltara.com/Fatimah Majid
LAPAS NUNUKAN - Puang Dirham saat memberikan keterangan usai sertijab Kalapas Nunukan, Kamis (23/04/2026), menyampaikan kesan dan pesan selama masa pengabdiannya di Lapas Kelas IIB Nunukan.(TribunKaltara.com/Fatimah Majid). 

Ringkasan Berita:
  • Selama masa kepemimpinannya, Puang Dirham mendorong berbagai inovasi pembinaan berbasis aktivitas produktif. 
  • Di antaranya pengembangan peternakan ayam petelur, fasilitas kolam, hingga sarana interaksi sederhana seperti papan catur bagi warga binaan.
  • Seluruh inovasi tersebut kemudian dirangkum dalam konsep SAE LANUKA: Dari Balik Jeruji Menuju Cahaya Perubahan, yang telah dituangkan dalam bentuk buku.

 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan resmi melakukan serah terima jabatan (sertijab) kepala Lapas pada Kamis (23/04/2026). 

Dalam momen tersebut, Puang Dirham menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Donny Setiawan.

Pergantian kepemimpinan ini menjadi penanda berakhirnya masa tugas Puang Dirham di Lapas Nunukan, sekaligus awal kepemimpinan baru yang diharapkan dapat melanjutkan berbagai program pembinaan yang telah berjalan.

Dalam pernyataannya usai sertijab, Puang Dirham menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan selama dirinya bertugas di Nunukan. 

Baca juga: Sertijab Kalapas Nunukan, Donny Setiawan Resmi Pimpin Lapas Kelas II B

Ia mengaku banyak mendapatkan pengalaman berharga, terutama dalam proses pembinaan warga binaan.

“Terima kasih untuk Lapas Nunukan yang luar biasa. Banyak hal yang saya pelajari di sini, terutama dari warga binaan. Suasana kerja sangat kondusif, kooperatif dan baik, ,” ujarnya kepada TribunKaltara.com.

Ia menilai, warga binaan pada dasarnya merupakan bagian dari masyarakat Kabupaten Nunukan yang memiliki potensi untuk berubah dan berkembang ke arah yang lebih baik.

“Warga binaan ini bagian dari subsistem masyarakat Nunukan, artinya mereka juga punya karakter yang pada dasarnya baik dan bisa dibina,” tambahnya.

Konsep SAE LANUKA

Selama masa kepemimpinannya, Puang Dirham mendorong berbagai inovasi pembinaan berbasis aktivitas produktif. 

Di antaranya pengembangan peternakan ayam petelur, fasilitas kolam, hingga sarana interaksi sederhana seperti papan catur bagi warga binaan.

Seluruh inovasi tersebut kemudian dirangkum dalam konsep SAE LANUKA: Dari Balik Jeruji Menuju Cahaya Perubahan, yang telah dituangkan dalam bentuk buku.

Konsep pembinaan bernama Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas Nunukan (SAE LANUKA) menekankan pendekatan humanis dan produktif di lingkungan pemasyarakatan.

“Warga binaan pada dasarnya bagian dari masyarakat Nunukan yang memiliki potensi untuk berubah dan berkembang,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan program tidak lepas dari dukungan banyak pihak, mulai dari masyarakat, instansi terkait hingga insan pers.

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved