Selasa, 7 April 2026

Berita Kaltara Terkini

Wagub Kaltara Yansen Tipa Padan Beber Progres Pembangunan Jalan Penghubung Baru di Krayan Nunukan

Wagub Kaltara Yansen Tipa Padan beber progres pembangunan jalan penghubung baru di Krayan Nunukan: Alat berat sudah di sana tapi operasional belum.

(HO/DPUPR Perkim Kaltara)
Kondisi jalan di Krayan Nunukan Kaltara. DPUPR Perkim Kaltara mengungkapkan pembangunan jalan penghubung baru membutuhkan waktu hingga dua bulan atau lebih lama satu bulan dari rencana awal. 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Pembangunan jalan penghubung baru di Krayan Nunukan masih dalam proses.

Pembangunan rute jalan baru itu dilakukan karena jalan utama yang menghubungkan Krayan Induk dan Krayan Selatan longsor pada September lalu.

Menurut Wagub Kaltara Yansen Tipa Padan proses pembangunan rute jalan baru masih berlangsung.

"Kalau Krayan belum selesai, alat berat sudah di sana tapi untuk operasional belum," kata Yansen Tipa Padan, Jumat (21/10/2022).

Baca juga: Wagub Kaltara Yansen TP Harapkan Adanya Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Melalui Pajak Kendaraan

Wagub Yansen menjelaskan warga di Krayan masih mengandalkan rute jalan lama meskipun membutuhkan waktu lebih lama dan kehati-hatian ekstra tinggi.

"Untuk jalan baru nanti dibuat, kalau lewat masih bisa, tapi butuh perjuangan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala DPUPR Perkim Kaltara Datu Iman Suramenggala mengatakan warga Krayan saat ini masih menggunakan jalan lama.

Pihaknya memastikan menjamin keamanan di jalan lama yang kini dilalui warga Krayan tersebut.

"Kemarin kita buat jalan sementara tapi itu terus dijaga agar tidak longsor lagi," kata Datu Iman Suramenggala.

Datu Iman menjelaskan pembangunan jalan baru yang membelah gunung membutuhkan usaha yang lebih besar.

Sebab kondisi di sana penuh dengan material batuan yang menyulitkan proses pembangunan.

Baca juga: Dinkes Bulungan Kaltara Minta Apotek Stop Sementara Semua Penjualan Obat Jenis Sirup

"Jalan baru itu masih berproses ini cukup berat karena di medannya banyak batu," katanya.

Atas dasar itu, pihaknya merevisi rencana pembangunan rute jalur baru, dari yang semula satu bulan menjadi dua bulan.

"Estimasi awal satu bulan mungkin, nanti kita tambah estimasinya jadi dua bulan," ungkapnya.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved