Berita Daerah Terkini
Laboratorium Narkotika Milik BNN RI di Kaltim Paling Canggih, Bisa Deteksi Zat Narkoba Jenis Baru
Laboratorium khusus narkotika tersebut dilengkapi peralatan canggih dari Amerika Serikat untuk memeriksa dan mendeteksi zat narkoba jenis baru.
TRIBUNKALTARA.COM - Kalimantan Timur kini memiliki Laboratorium Narkotika sendiri dan resmi dioperasikan sejak Rabu (9/11) kemarin.
Laboratorium keempat milik Badan Narkotika Nasional ( BNN ) tersebut ditempatkan di Balai Rehabilitasi BNN Daerah Samarinda, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara.
Peresmian Laboratorium Narkotika Kaltim dilakukan oleh Kepala BNN RI Komjen Pol Petrus Reinhard Golose dihadiri Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor.
Meski merupakan laboratorium keempat setelah Jakarta, Sulawesi Selatan, dan Medan, namun menurut Kepala BNN Petrus Reinhard Golose, peralatannya lebih canggih dan mumpuni.
Laboratorium khusus narkotika tersebut dilengkapi peralatan canggih dari Amerika Serikat untuk memeriksa dan mendeteksi zat narkoba jenis baru atau news Psychoactive Substance (PNS) .
Baca juga: Peringati HUT Ke 22, BNN Musnahkan 8 Kilogram Sabu, Semua Hasil Tangkapan di Bandara Juwata Tarakan
"Di dunia saat ini terdeteksi ada 1.127 narkoba jenis baru atau PNS. Sedangkan di Indonesia, dari pemeriksaan laboratorium baru terdeteksi 91 jenis," Petrus Reinhard Golose.
Meski gedungnya berada di Samarinda, namun tetap dalam controling pusat yang mana mekanismenya kerja sama langsung dari BNN RI.
"Jadi laboratorium di Samarinda ini akan meng-cover Kalimantan yang memang berbatasan langsung dengan negara tetangga, seperti Malaysia," sebutnya lagi.

Dia juga menekankan bahwa laboratorium tersebut khusus narkotika, berbeda dengan Forensik Polri dan Forensik Komputer.
"Jadi spesial ilmu narkotika. Sarana dan prasarananya pun barang bagus dan terbaru dari laboratorium yang ada sebelumnya," jelasnya.
BNN RI sangat mengapresiasi peran serta Pemprov Kalimantan Timur yang dengan berdirinya laboratorium tersebut telah mencanangkan akan adanya kerja sama Universitas Mulawarman untuk kepentingan penelitian.
"Tujuannya sekali lagi untuk melindungi masyarakat Indonesia, khususnya Kalimantan Timur," pujinya.
Baca juga: Ruangan Laboratorium PCR di RSUD Malinau Memenuhi Syarat, Kesiapan Alat Menunggu Uji Fisik BNPB RI
Petrus Reinhard Golose berpesan agar jangan sampai masyarakat menganggap remeh narkoba.
" Anda akan merasakan beratnya saat keluarga kita terkena atau terpapar narkotika. Itulah juga mengapa kami saat ini memiliki program ketahanan keluarga," katanya.
Berdirinya laboratorium narkotika di Kalimantan Timur tentu menjadi semangat baru dalam upaya penyelidikan kasus penyalahgunaan narkotika bagi BNNP, BNNK dan Polri di Kalimantan.