Berita Daerah Terkini

Kagama Bersama UGM dan BPVP Samarinda Menggelar Pelatihan Pemanen Air Hujan di Ibu Kota Nusantara

Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (Kagama) bersama UGM dan BPVP Samarinda menggelar pelatihan pemanen air hujan di Ibu Kota Nusantara.

Editor: Sumarsono
HO
Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada ( Kagama ) bersama UGM dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda menggelar pelatihan pemanen air hujan. 

TRIBUNKALTARA.COM, SEPAKU – Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada ( Kagama ) bersama UGM dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda menggelar pelatihan pemanen air hujan.

Kegiatan ini dipusatkan di wilayah Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur sebagai kawasan inti Ibu Kota Nusantara atau IKN.

Wilayah Sepaku memiliki potensi curah hujan yang relatif stabil sepanjang tahun, namun ironisnya air tanahnya tidak bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Air isi ulang dari luar daerah menjadi tumpuan masyarakat Sepaku sehari-hari, sehingga cukup menjadi beban ekonomi,” kata Ketua Pengda Kagama Kaltim Fauzul Idhi yang akrab dipanggil Didiek Anggrat yang juga praktisi ahli Biologi.

Fenomena tersebut yang menggugah kepedulian Kagama untuk menawarkan solusi melalui Gerakan Kampung Ramah Air Hujan ( KRAH ).

Baca juga: Mabes Polri akan Perkuat Pengamanan IKN Nusantara, Brimob Polda Kaltim Siap Tambah Personel

Gagasan itu bersambut oleh BPVP Samarinda yang memiliki program inovasi pelatihan energi terbarukan.

Kemudian disambut antusias oleh perangkat desa dan warga masyarakat Kelurahan Sepaku.

Universitas Gadjah Mada ( UGM ) melalui sekolah vokasi memberikan dukungan teknologi pemanen air hujan berpaten bernama Gama Rain Filter.

gama
Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (Kagama) bersama UGM dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda menggelar pelatihan pemanen air hujan di wilayah Ibu Kota Nusantara.

Sinergi tersebut direalisasikan melalui pelatihan yang digelar mulai Selasa (15/11/2022) dan berlangsung selama 5 hari di Bootcamp Training Teknologi Pemanen Air Hujan, Sepaku, Penajam Paser Utara.

Hadir sebagai narasumber dari Sekolah Vokasi UGM Pratama Tirsa Surya, MSc dan Seno Adi Kuncoro, ST, MSc.

Lurah Sepaku Harid dalam kesempatan pembukaan pelatihan menyampaikan apresiasi terhadap Kagama yang menggelar pelatihan pemanen air hujan ini .

Baca juga: Kelompok Tani dari Kabupaten Kapuas Kalteng Belajar ke Desa Inklusif Karya Jaya Binaan Kagama Kaltim

"Bapak, Ibu dan saudara-saudara agar dapat mengikuti pelatihan sebaik-baiknya agar minimal dapat memanfaatkan potensi air hujan untuk kebutuhan harian sehingga tidak perlu beli air galon lagi,” ujar Harid.

Dan suatu saat bisa mendapatkan manfaat ekonomi lebih besar melalui produk air minum berbahan air hujan dalam kemasan.

Selain para peserta dari warga masyarakat, hadir pula selama pelatihan dari BPVP Samarinda dan Pengcab Kagama sekitar.

Ketua Harian Pengcab Kagama Balikpapan Yuniar Surindrasworo menjelaskan teknologi ini sudah punya hak paten yang dimiliki oleh UGM.

Baca juga: Kagama Beri Pelatihan Ecoprint, Olah Kain Serat Natural Modal Puluhan Ribu Bisa Dijual Jutaan Rupiah

Namun sebagai bentuk dukungan UGM pada gerakan kampung ramah air hujan, Kagama, , UGM membebaskan royalti patennya untuk sebesar-besarnya maslahat masyarakat.

"Berikutnya nanti penggunaan teknologi ini di manapun, maka Kagama diminta menjadi pendamping dan supervisinya.

Supaya pemanfaatan teknologi bisa tetap optimal dan terjaga sustainabilitinya" pungkas Didiek Anggrat. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved