Berita Daerah Terkini

Cerita Gubernur Kaltim Isran Noor Hampir Dipenjara Gara-gara Bantu TNI, Beruntung Dibela Panglima

Gubernur Kalimantan Timur ( Kaltim ) Isran Noor bercerita hampir dipenjara saat membantu TNI ketika menjabat sebagai Bupati Kutai Timur tahun 2011.

Editor: Sumarsono
Tribun Kaltim/Nevrianto
Gubernur Isran Noor (tengah) berbincang dengan Danpuspomad Letjen TNI Chandra W. Sukotjo, saat peresmian markas baru Denpom VI/1 Samarinda, Senin (28/11/2022). TRIBUNKALTIM/NEVRIANTO HP 

TRIBUNKALTARA.COM - Gubernur Kalimantan Timur ( Kaltim ) Isran Noor bercerita hampir dipenjara saat membantu TNI ketika menjabat sebagai Bupati Kutai Timur tahun 2011.

Beruntungnya Isran Noor dibela oleh Kepala Staf TNI dari 3 matra kala itu saat dipanggil Komisi I DPR RI yang membidangi Pertahanan, Luar Negeri, Komunikasi dan Informatika, serta Intelijen.

Cerita tersebut dituturkan Isran Noor saat bersama Komandan Pusat Polisi Militer TNI AD (Danpuspomad) Letjen TNI Chandra W Sukotjo, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo, Danrem 091/ASN Brigjen Dedi Suryadi, serta jajaran Forkopimda dan DPRD Kaltim.

"Saya hampir masuk penjara gara-gara membantu TNI. Itu terjadi saat (pengadaan) Kapal Angkatan Laut (KAL) Kudungga, itu dilaporkan pengamat militer," tutur Isran Noor, Senin (28/11/2022) saat menghadiri peresmian markas baru Denpom VI/1 Samarinda.

Rupanya pelaporan itu didasari adanya aturan bahwa pemerintah daerah tidak boleh menyiapkan sejenis alutsista ataupun kapal patroli.

"Saya bangun kapal, tidak mahal sekitar Rp 45 miliar. Karena tidak boleh, saya dilaporkan," ujar Isran Noor.

Baca juga: PROFIL Gubernur Kaltim Isran Noor, Ganti Anies Baswedan jadi Ketua APPSI, Janji Perjuangkan Honorer

Beruntungnya, Panglima TNI yang kala itu dijabat Laksamana TNI Agus Suhartono membawa KSAD, KSAL, dan KSAU untuk menjelaskan terkait pengadaan KAL Kudungga kepada Komisi I DPR RI.

Isran Noor saat itu menjabat Bupati Kutai Timur.

Ia mengungkapkan perihal alasannya pembelian KAL Kudungga bersumber dari APBD Kutim untuk membantu TNI AL melaksanakan patroli di perairan Kutai Timur.

"Panglima dan para Kepala Staf waktu itu membela di Komisi I di DPR RI," tambahnya.

Menurut Isran Noor, TNI bertugas untuk mengamankan wilayah, karena di perairan Kutim, yakni wilayah Selat Malaka dari selatan sampai utara, Kalimantan Utara terjadi 900 pelanggaran.

Akhirnya dibangunlah KAL Kudungga dengan kapasitas 37 meter dengan mesin 3000 tenaga kuda.

Baca juga: Kawal Pembangunan IKN Nusantara, Rektor Uniba Usulkan Isran Noor Jadi Calon Wakil Presiden 2024

Dalam periode Isran Noor menjabat Bupati Kutai Timur selalu bersinergi dengan TNI AL untuk menjaga perairan laut terutama keamanan teritori laut.

KAL Kudungga menjadi kapal patroli laut guna mengawasi aktivitas bom laut ataupun pukat harimau, illegal fishing maupun pengiriman kayu ilegal.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved