Berita Kaltara Terkini

Update Kasus Korupsi Saluran Air Mansalong Nunukan, Ini Penjelasan Dirreskrimsus Polda Kaltara

Kasus korupsi salur air proyek Mansalong, Nunukan Kalimantan Utara sampai saat ini belum ada penambahan tersangka.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI
Dirreskrimsus Polda Kaltara Kombes Pol Hendy F Kurniawan 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR -Kombes Pol Hendy F Kurniawan, Dirreskrimsus Polda Kaltara, mengungkapkan belum ada penambahan tersangka terkait kasus dugaan korupsi revitalisasi saluran air proyek Mansalong, Nunukan, Kalimantan Utara.

Diketahui pada September lalu, Ditreskrimus Polda Kaltara menahan AMN, pejabat pembuat komitmen (PPK) di Satker PJN Kaltara terkait dugaan kasus korupsi.

AMN diduga menyunat dana hingga Rp4 miliar dari total nilai proyek sebesar Rp7 miliar yang merupakan program KPC-PEN.

Baca juga: Update Kasus Korupsi Revitalisasi Saluran Air Mansalong Nunukan, Polda Kaltara Tahan Tersangka AMN

"Untuk kasus Satker PJN sampai saat ini belum ada penambahan tersangka," kata Hendy F Kurniawan, Selasa (6/12/2022).

"Karena yang bersangkutan berperan sebagai pelaksana dan pengawas itu dari pihak PPK itu sendiri," ungkap Hendy F Kurniawan.

Baca juga: Duga Korupsi Proyek Saluran Air di Nunukan Senilai Rp 7 Miliar, Polda Kaltara Dalami Perusahaan

Menurut Hendy F Kurniawan, pihaknya tengah melengkapi berkas sebelum melimpahkan kasus itu ke kejaksaan.

Data perhitungan kerugian negara, kata Hendy, juga sudah didapatkan dari hasil audit BPK RI.

AMN (berbaju tahanan oranye) tersangka korupsi proyek revitalisasi saluran air di Mansalong, Nunukan tahun anggaran 2021 saat akan dibawa ke tahanan Polda Kaltara, Kamis (1/9/2022). (HO/Polda Kaltara)
AMN (berbaju tahanan oranye) tersangka korupsi proyek revitalisasi saluran air di Mansalong, Nunukan tahun anggaran 2021 saat akan dibawa ke tahanan Polda Kaltara, Kamis (1/9/2022). (HO/Polda Kaltara) (HO/Polda Kaltara)

"Saat ini yang bersangkutan sudah 90 hari penahanan," kata Hendy F Kurniawan.

"Perhitungan kerugian negara sudah kita terima dan dalam waktu dekat akan kita limpahkan ke JPU," ujarnya.

(*)

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

 

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved