Berita Daerah Terkini

Temuan BPK Ada Kelebihan Bayar Obat dan Alkes di RSUD Samarinda, Pihak Ketiga Siap Kembalikan

Temuan Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK ) ada kelebihan bayar obat dan alkes di RSUD AW Sjahranie Samarinda, pihak ketiga siap mengembalikan.

Editor: Sumarsono
Tribun Kaltim
Temuan Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK ) ada kelebihan bayar obat dan alkes di RSUD AW Sjahranie Samarinda, pihak ketiga siap mengembalikan. 

TRIBUNKALTARA.COM, SAMARINDA – Temuan Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK ) ada kelebihan bayar obat dan alkes di RSUD AW Sjahranie Samarinda, pihak ketiga siap mengembalikan.

Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD AW Sjahranie Kota Samarinda memberikan penjelasan soal temuan BPK Perwakilan Kalimantan Timur terkait pengelolaan belanja obat dan alat kesehatan ( alkes ).

Direktur Utama RSUD AW Sjahranie Samarinda dr David Hariadi Masjhoer yang dihubungi awak media membenarkan adanya temuan tersebut dan BPK Perwakilan Kaltim telah mengkonfirmasi hal tersebut.

Permasalahan ini hanya merupakan kesalahan dalam hal administrasi, yang menjadi tanggung jawab pihak ketiga.

"Kami diminta untuk menyelesaikan kepada pihak ketiga. Pengadaan obat dan alkes memang terjadi karena perencanaan yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan," terangnya, Selasa (27/12).

David juga menerangkan perihal indikasi kemahalan yang ditemukan, ini disebabkan pembelian secara online, yang memang harganya tidak dicek sebelumnya.

Baca juga: BPK Ungkap Kelebihan Bayar Belanja Obat dan Alkes di RSUD AW Sjahranie Samarinda, Perlu Lakukan Ini

Langkah selanjutnya, dia akan segera menghubungi pihak ketiga untuk penyelesaian rekomendasi BPK Perwakilan Kaltim dalam waktu 60 hari ke depan.

"Kami sudah menghubungi pihak ketiga, dan mereka bersedia mengembalikan kelebihan atau dipotong sisa pembayaran, paling tidak dalam 60 hari ke depan ada pembayaran cicilan dan perjanjian pengembalian," jelas David.

Diberitakan sebelumnya, Kepala BPK Perwakilan Kaltim, Agus Priyono mengatakan ada beberapa rekomendasi yang termuat dalam LHP yang diserahkan, Selasa (26/12).

Laporan Hasil Pemeriksaan ( LHP ) atas Laporan Kinerja dan Kepatuhan Tahun 2022 diserahkan di Ruang Auditorium Kantor BPK Perwakilan Kaltim kepada kepala daerah dan entitas terkait, di Kota Samarinda.

Dia menyampaikan bahwa terdapat beberapa permasalahan signifikan yang perlu mendapat perhatian RSUD AW Sjahranie Samarinda .

Baca juga: Pemprov Kaltara Benahi Rekomendasi BPK, Pejabat Terkait Diminta Berpedoman Sesuai Ketentuan

Dalam rekomendasi BPK Kaltim yang diterima Tribunkaltim.co ini, terdapat permasalahan ketidakpatuhan pada aspek pelaksanaan pekerjaan yang berdampak signifikan terhadap pengelolaan belanja pada RSUD AW Sjahranie yaitu pengadaan obat dan alkes .

"Di rekomendasi sebetulnya sudah termuat di LHP, intinya kalau itu kelebihan membayar atau pemahalan, pasti kita merekomendasikan untuk pemulihan kerugian daerah pada pihak-pihak yang bertanggungjawab dengan mengembalikan ke kas BLUD," jelasnya.

Pengadaan obat dan alat kesehatan di RSUD AW Sjahranie Samarinda dalam LHP BPK tercatat tidak sesuai ketentuan.

Baca juga: Terima Rekomendasi dari BPK Kaltara, Sekda Bulungan Minta Kepala OPD Segera Lakukan Perbaikan

Diantaranya terdapat kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp3,33 miliar dan indikasi pemahalan harga sebesar Rp711,67 juta.

"Kalau harga obat yang lebih tinggi, kita lihat dulu kalau kemahalan mereka harus mempertanggungjawabkan.

Nanti misalnya diluar itu kalau lebih tinggi, bukan unsur kesengajaan jadi perhatian ke depan. Kalau kelebihan atau kemahalan suruh mengembalikan," kata Agus Priyono. (uws)

Berita menarik Tribun Kaltara lainnya baca di Google News atau Google Berita!

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved