Jumat, 1 Mei 2026

Berita Tarakan Terkini

Wali Kota Tarakan Panen Cabai Rawit, Instruksikan Warga Manfaatkan Pekarangan Rumah Bercocok Tanam

Kegiatan panen cabai rawit di area Kawasan Usaha Peternakan (Kunak) di depan RPH Kelurahan Karang Harapan dilaksanakan, pagi tadi, Rabu (11/1/2023).

Tayang:
Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Kegiatan panen cabai rawit lokal di Kelurahan Karang Harapan Kota Tarakan, Rabu (11/1/2022). 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Kegiatan panen cabai rawit di area Kawasan Usaha Peternakan (Kunak) di depan RPH Kelurahan Karang Harapan dilaksanakan, pagi tadi, Rabu (11/1/2023).

Kegiatan panen cabai rawit ini dalam rangka stabilisasi harga dan pasokan cabai rawit di Tarakan untuk menekan angka inflasi.

Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes menjelaskan, Presiden Joko Widodo melalu Menteri Dalam Negeri mengimbau agar masyarakat dapat memanfaatkan lahan kosong untuk bercocok tanam.

Terutama bagi tanaman yang menjadi penyumbang inflasi daerah.

Baca juga: Awal Tahun 2023, Satresnarkoba Polres Tarakan Musnahkan 68,88 Gram Sabu dan 141 Butir Ekstasi

“Inflasi ini menjadi konsentrasi kita. Bukan hanya di Indonesia tapi seluruh dunia,karena keterbatasan pasokan pangan,” kata Khairul kepada awak media, Rabu (11/1/2023).

Sehingga agar bisa mengurangi ketergantungan pangan dari luar, pemerintah menganjurkan agar masyarakat menggunakan pekarangan yang ada saat ini, seperti melakukan penanaman cabai.

Apalagi cabai dinyatakan sebagai penyumbang inflasi terbesar se-nasional.

Dampak dari banyaknya gagal panen karena terjadinya curah hujan yang tinggi saat ini.

“Maka dari itu kami berusaha agar masyarakat dapat memanfaatkan lahan kosong untuk menanam tanaman yang berpotensi menyumbang inflasi seperti cabai, bawang dan sayur mayur,” beber Khairul.

Ia melanjutkan, Tarakan telah memenuhi swasembada cabai.

Namun untuk ekspor cabai dikatakan Khairul belum dilakukan, karena saat ini pihaknya masih fokus pada kecukupan cabai bagi masyarakat Tarakan.

“Penduduk Tarakan ini ada 300.000 jiwa, yang makan cabai mungkin separuh. Jadi konsumsi Tarakan saja sudah cukup besar, apalagi selama ini kita bergantung dari luar. Tapi selama ini saya lihat cabai Tarakan sudah bisa menyuplai kebutuhan cabai di Tarakan walaupun kadang dari luar dan ada yang masuk,” terangnya.

Khairul melanjutkan, selain cabai juga ada bawang juga mengambil peran dalam kondisi inflasi di Tarakan.

Dalam hal ini sama seperti cabai, penanaman bawang juga harus disesuaikan dengan kondisi cuaca.

“Meski begitu, Tarakan dapat melakukan panen bawang 1 ton di tanah yang berukuran 1 hektare. Saya pikir kita bisa, tapi tidak bisa setiap saat karena ada musimnya. BMKG harus digandeng, karena yang dibutuhkan itu cuaca yang bagus,” harapnya.

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved