Berita Malinau Terkini
DPMD Malinau dan KKI Warsi Berkolaborasi Berdayakan Masyarakat Perbatasan, Begini Tujuannya
Bupati Malinau, Wempi W Mawa dan Direktur KKI Warsi, Adi Junaedi melakukan penandantangan Mou pemberdayaan masyarakat perbatasan.
Penulis: Mohamad Supri | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Malinau berkolaborasi Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi dalam pemberdayaan masyarakat kawasan frontier di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, Kamis (15/2/2023).
Kolaborasi pemberdayaan masyarakat melalui penandatangaman MoU antara Bupati Malinau, Wempi W Mawa dan Direktur KKI Warsi, Adi Junaedi.
Adi Junaedi menerangkan kesepakatan tersebut bertujuan untuk memperkuat dan memperluas sistem Potensi Ruang Mikro.
Baca juga: Kemendagri Tunda Pelaksanaan Pilkades, Begini Reaksi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Nunukan
"Aplikasi Informasi Desa sebagai database dalam penyusunan perencanaan pembangunan desa berbasis data secara spasial, social dan administrasi,” ujar Adi Junaedi, Kamis (16/2/2023).
Bupati Malinau, Wempi menerangkan pemetaan potensi des di Malinau memiliki penting dipetakan guna kebijakan pembangunan yang terukur.
Baca juga: Menjanjikan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Malinau Lirik Potensi Tanaman Kakao Desa Long Loreh
“Penting bagi masyarakat desa untuk memetakan potensi yang dimiliki yang bisa dikembangkan untuk mensejahterakan masyarakat desa,” kata Wempi.
Pendampingan pemberdayaan masyarakat desa-desa yang berada di dalam dan sekitar kawasan hutan melalui Program Perhutanan Sosial dan Sistem Informasi dari desa, sejak 2018.
Saat ini, KKI Warsi telah memfasilitasi 16 desa menerbitkan 6 SK Hutan desa dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk Perhutanan Sosial dan 8 desa mengelola potensi ruang mikro aplikasi informasi desa (PRM AID) yang sudah mendapat legalitas dari Kementrian Komunikasi dan Informasi.
(*)
Penulis : Mohammad Supri
