Berita Kaltara Terkini
Sejalan dengan Roadmap Hilirisasi Industri, Gubernur Zainal Sebut Pembangunan KIHI On Progres
Pembangunan KIHI di Tanah Kuning-Mangkupadi, Bulungan Kalimantaran Utara sedang mulai dlakukan progresnya. Hal ini ddisampaikan Zainal Paliwang.
Penulis: Edy Nugroho | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Kawasan Industri Hijau Indonesia atau KIHI yang lokasinya tepat berada di Tanah Kuning-Mangkupadi Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara, menjadi salah satu target dalam roadmap atau peta jalan program hilirisasi industri di Indonesia.
Seperti diketahui, Pemerintah melalui Kementerian Investasi/BKPM RI sudah membuat peta jalan atau roadmap untuk sejumlah proyek atau program hilirisasi sampai pada tahun 2040.
Peta jalan (roadmap) untuk proyek itu diperkirakan bisa mendatangkan investasi baru senilai USD 545,3 miliar atau Rp 8.128 triliun (kurs Rp14.900 per USD) pada tahun 2040.
Baca juga: Pembangunan KIHI dan KIBI Berproses, PT KIPI Bakal Butuhkan Banyak Pekerja, Utamakan Pekerja Lokal
Peta jalan itu dibuat untuk 21 komoditas, termasuk diantaranya komoditas pertambangan.
Sementara itu, Kalimantan Utara sendiri telah menyusun roadmap investasi melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Ada beberapa komoditas yang berpotensi untuk hilirisasi diantaranya pertambangan batu bara, CPO, kakao, karet, rumput laut, ikan bandeng, udang dan kepiting.
Gubernur Kaltara Zainal Paliwang menyampaikan, provinsi ke-34 ini sangat terbuka bagi investor yang ingin berinvestasi dan kerja sama. Di antaranya dalam hilirisasi industri dan ekonomi hijau.
Baca juga: Diinfo Ada Penggusuran, Dandim 0903 Bulungan Datangi KIHI dan KIBI, Pengerjaan Sudah Sesuai Aturan?
Hal ini sejalan dengan dibangunnya KIHI di Kaltara. Investasi di KIHI semdiri diproyeksi mencapai USD 110 miliar atau hampir 2000 triliun (kurs Rp14.900 per USD).
Saat ini, kata Zainal Paliwang, kawasan industri hijau Indonesia sudah memiliki tiga pengelola. Yaitu PT. Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI), PT. Indonesia Strategis Industry (ISI) dan terakhir adalah PT. Kayan Patria Propertindo (KPP).
Yang sudah berprogres sangat signifikan yakni dari PT. KIPI. Di mana saat ini sudah menyelesaikan pembangunan gedung kantor pengelola, penyediaaan air bersih (SPAM), penyediaan lokasi limbah land clearing seluas 12 hektare dan penyediaan lokasi pembangunan dormitory seluas 10 hektare.
Selain itu, PT KIPI juga sudah memiliki dua tenant yang sedang membangun jetty dan tahap konstruksi yaitu PT. Kalimantan Aluminium Industri (KAI) dan PT. Taikun Petro Chemicals. "Kedua tenant ini sudah berprogres," tegas Gubernur Kaltara.
Diterangkannya, PT. KAI dijadwalkan akan memulai konstruksi industri smelter pada semester II tahun ini dan akan selesai dikerjakan selama 24 bulan, jadi target produksi akan dimulai pada tahun 2025. "Kita akan mulai produksi Alumunium Ingot (batangan) pada tahap awal sebanyak 500 ribu ton per tahun dan akan terus ditingkatkan sampai 1,5 juta ton per tahun nantinya," tuturnya.
Ini menjadi salah satu investasi yang cukup besar dengan total sekitar US$2 miliar. Pada tahap konstruksi diperkirakan akan merekrut 6000 tenaga kerja dan pada tahap produksi menjadi 1500 pekerja tetap.
Baca juga: Pastikan Progress KIHI Tanah Kuning-Mangkupadi, Presiden Bakal Kembali ke Kalimantan Utara
"Ini adalah pembangunan industri yang kongkret dan akan menyerap banyak tenaga kerja, baik lokal maupun pendatang. Berdasarkan informasi dari pihak pengelola PT. KIPI saat ini sudah ada sebanyak 750 pekerja disana dan akan terus bertambah," urainya.
"Kemudian kami juga terus mendorong percepatan realisasi investasi di sektor energi baru terbarukan yaitu pembangunan Hydro Power Plant atau Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pada awal maret lalu bapak Presiden Jokowi sudah melakukan ground breaking pembangunan PLTA Mentarang Induk, dengan kapasitas 1.375 MW," ujarnya
PLTA ini, diproyeksi akan selesai selama 7 tahun atau pada 2030. Nilai investasinya juga sangat besar yakni USD 2,7 miliar (40 triliun). Demikian juga dengan PLTA Kayan berkapasitas 9000 MW saat ini terus berprogres.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/zainal-paliwang-28042023.jpg)