Jumat, 24 April 2026

Berita Bulungan Terkini

Tanah Kuning Masuk 75 Desa Wisata Terbaik, Indra: Di Sini Punya Kekhasan Tidak Dimiliki Daerah Lain

Desa Wisata Tanah Kuning dapat Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023. Desa ini berada di tepi Pantai Timur Bulungan, Kalimantan Utara.

|
Penulis: Edy Nugroho | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ EDY NUGROHO
Bupati Bulungan Syarwani menerima piagam dari Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf, Indra Ni Tua menandai peluncuran Desa Wisata Tanah Kuning. 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Mewakili Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Menparekraf ) I Sandiaga Uno , Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf Indra Ni Tua berkunjung ke Desa Tanah Kuning, Tanjung Palas Timur, Bulungan, Kalimantan Utara, pada Rabu (31/05/2023).

Tak sekadar berkunjung, Indra yang didampingi beberapa stafnya menyerahkan penghargaan sekaligus menandatangani prasasti Desa Wisata Tanah Kuning.

Desa di tepi pantai timur Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara ini dinobatkan menjadi salah satu dari 75 Desa Wisata terbaik, sebagai nominator Anugerah Desa Wisata Indonesia ( ADWI ) 2023.

Diungkapkan Syarwani, atas nama pribadi dan pemerintah daerah Kabupaten Bulungan menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya atas anugerah yang diberikan kepada Desa Tanah Kuning.

Baca juga: Bupati Luncurkan 5 Desa Wisata di Bulungan, Desa Tanah Kuning Masuk 75 Besar, Raih Penghargaan ADWI

"Dengan menjadi Desa Wisata, kita berharap dapat memberikan manfaat yang besar bagi kabupaten Bulungan, khususnya Desa Tana kuning, dalam upaya pengembangan kepariwisataan, serta dapat turut mensukseskan program Kemenparekraf untuk membangun Indonesia serta menggerakkan ekonomi dari desa," ungkap Syarwani.

Desa Tanah Kuning, kata dia, merupakan suatu desa yang sangat strategis. Bukan hanya bagi Kabupaten Bulungan dan Kalimantan Utara, namun sangat strategis bagi Indonesia.

"Karena di Ddesa Tanah Kuning ini ada kegiatan industri hijau yang telah dicanangkan bapak presiden Jokowi pada tanggal 21 Desember Tahun 2021 yang lalu," jelas Syarwani.

Sebagai salah satu Desa Wisata terbaik, objek wisata Pantai Tanah Kuning yang berdampingan dengan Kawasan Industri Hijau, diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan.

Baik lokal maupun dari manca negara, yang akan berdampak pada meningkatkan pendapatan masyarakat desa.

Baca juga: Rumah Warga di Desa Tanah Kuning Bulungan Makin Padat, Camat Tanjung Palas Timur Imbau Buat Perdes

"Demikian pula dengan adanya industri hijau ini dapat mampu menjadi penopang, sekaligus pendorong dalam upaya peningkatan ekonomi kemasyarakatan termasuk pengembangan kegiatan kepariwisataan," imbuhnya.

Dengan dinobatkan Desa Tana Kuning menjadi Desa Wisata, Syarwani berpesan untuk menjaga kebersihan pantai, sehingga wisatawan merasa nyaman dan betah untuk berwisata ke Pantai Tanah Kuning.

"Tak hanya menikmati wisata alam. Namun desa Tana Kuning juga harus menampilkan wisata religi yang ada di desa ini.

Serta menampilkan produk kemasan ciri khas Desa Tanah Kuning, baik berupa makanan, kerajinan tangan dan lainnya. Sehingga wisatawan yang datang dapat membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Tata Kelola Destinasi, Indra Ni Tua menyampaikan, dirinya kagum dengan eksotisme pantai di desa Tanah Kuning.

Bupati Bulungan Syarwani  bersama Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf, Indra Ni Tua saat peluncuran Desa Wisata Tanah Kuning.
Bupati Bulungan Syarwani bersama Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf, Indra Ni Tua saat peluncuran Desa Wisata Tanah Kuning. (TRIBUNKALTARA.COM/ EDY NUGROHO)

Dan yang lebih mengesan, sehingga Tanah Kujing masih 75 besar desa wisata terbaik, adalah kekhasan desa, yang tidak sama dengan desa-desa lainnya.

"Saya sudah mengunjungi lebih dari 100 desa wisaya di Indonesia. Semua bagus, tapi di Tanah Kuning ini punya kekhasan," kata Indra tanpa merinci kekhasan yang dimaksud.

Indra tak lupa mengucapkan selamat kepada Desa Tanah Kuning yang masuk 75 besar desa wisata terbaik di Indonesia.

“Ini merupakan pencapaian, karena dari 3.500-an desa wisata, desa Tanah Kuning menjadi salah satunya. Dan melihat potensinya, saya fikir bisa berkembang dan menjadi salah satu juara,” ungkap Indra Ni Tua.

Baca juga: Pemerintah Pusat Tahun Ini Perbaiki Jalan Poros Tanjung Selor-Tanah Kuning, Juli Proses Pra Kontrak

Sebagai penutup dari rangkaian kegiatan ini, Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf, Indra Ni Tua menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Bupati Bulungan, Syarwani.

Dan dilanjutkan dengan penandatanganan desa wisata di salah satu destinasi di pantai Tanah Kuning.

Desa Tanah Kuning adalah desa yang menjadi tujuan utama rekreasi akhir pekan bagi warga Ibukota Provinsi Kalimantan Utara yang ingin menikmati suasana pantai dan laut, karena disediakan berbagai jenis homestay yg berada di pinggir pantai dengan budget yang dapat disesuaikan dengan isi dompet.

Aktivitas masyarakat Desa Tanah Kuning berpusat di sepanjang pantai yang merupakan salah tepi dari Laut Sulawesi dan daratannya yang bertopografi landai dan berbukit sehingga cocok untuk dijadikan lahan perkebunan khususnya Kelapa Sawit.

Penduduk Desa Tanah Kuning saat ini di tahun 2023 sudah mencapai 3358 jiwa, Kecamatan Tanjung Palas Timur berada di dalam wilayah administrasi Desa Tanah Kuning dengan luas desa  lebih kurang 20 ribu hektare.

Potensi wisata yang ada saat ini adalah sebuah Makam Kramat yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Provinsi Kalimantan Utara, lalu pantai yang dijadikan masyarakat kami dalam beraktivitas sebagai nelayan dan dijadikan sebagai tempat untuk mengadakan acara tahunan pesta pantai yang kami berikan nama Mappandre Tassi.

Di pantai ini, ada habitas Hiu Tutul yang sering muncul di Bagan Tancap milik warga nelayan.

Ditambah dengan kegiatan rehabilitasi terumbu karang dalam kegiatan pembuatan terumbu karang buatan. Tersedia banyak spot mancing bagi para maniak pancing.

Baca juga: Warga Desa Tanah Kuning Gelar Syukuran Nelayan di Pantai, Pemkab Bulungan Ini Jadi Agenda Wisata  

Bersama Mangkupadi, Desa Tanah Kuning menjadi daerah yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional. Yaitu kawasan industri hijau Indonesia.

Untuk sampai ke Desa Tanah Kuning dapat ditempuh dengan 2 jalur. Yaitu jalur darat bagi wisatawan yang mulai  perjalanannya dari ibukota Propinsi Kalimantan Utara di Tanjung Selor.

Saat ini bisa ditempuh selama 2 jam. Kemudian jalur laut bagi wisatawan yang  perjalanannya dimulai dari Kota Tarakan, selama 1,5 jam dengan speedboat.

(*)

Penulis: Edy Nugroho

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved