MotoGP
Periode Sulit Marc Marquez di MotoGP, Honda Disorot: Pabrikan Harus Bantu Pebalap
Marc Marquez kesulitan di MotoGP, Honda didesak untuk membantu pebalapnya.
"Kami tidak hanya memikirkan Bagnaia. Desmosedici adalah hasil dari suara semua rider. Membawanya ke level tertinggi adalah hal yang mungkin."
"Dan saya tegaskan, (jika tidak seperti itu) Ducati tidak akan hidup di masa sekarang," tegas Ciabatti.
Ciabatti mengakui bahwa Ducati pernah mengalami situasi seperti Honda dan Yamaha yakni pada era Casey Stoner.
Di mana pembalap dipaksa berjibaku di atas motor yang bermasalah.
"Saya tidak bekerja untuk Ducati saat itu, tapi saya pikir pembalap Australia itu mengendarai motor di atas masalah dengan motornya," kata Ciabatti.
"Seringkali ia (Stoner) menjadi pemenang, di lain waktu ia salah. Tapi dia adalah satu-satunya yang mampu membawa Desmosedici ke puncak."
"Jika ada kesalahan yang dilakukan, itu adalah fokus sepenuhnya pada dirinya," kata Paolo Ciabatti.
Marquez tak sendiri, Fabio Quartararo juga tanpa arah bersama Yamaha usai menjadi juara MotoGP pada musim 2021.
Sebuah ironi bagi dua pembalap top dunia yang tepuruk pada MotoGP 2023.
Direktur olahraga Ducati Corse, Paolo Ciabatti, menilai seharusnya pabrikan lah yang membantu para pembalap, bukan sebaliknya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Marc-Marquez-dan-Francesco-Bagnaia-MotoGP-2023-250323.jpg)