Selasa, 28 April 2026

Berita Pemprov Kaltara

Tingkat Kemiskinan di Kaltara Alami Penurunan 3 Tahun Berturut

Gubernur Kaltara, Zainal Paliwang menyampaikan kemiskinan di Kalimantan Utara mengalami penurunan selama 3 tahun berturut-turut.

dkisp
Gubernur Kaltara, Zainal Paliwang (tengah) bersama warga Kalimantan Utara. (dkisp) 

TRIBUNKALTARA.COM TANJUNG SELOR – Tingkat kemiskinan Provinsi Kalimantan Utara periode Maret 2023 kembali mengalami penurunan.

Hal ini diungkapkan langsung Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Drs H Zainal Paliwang SH, M.Hum.

"Pada Maret 2021 tingkat kemiskinan mencapai 7,36 persen. Alhamdulillah tahun lalu turun menjadi 6,77 persen dan tahun ini kembali turun menjadi 6,45 persen," kata Gubernur Kaltara saat membaca Berita Resmi Statistik yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, Senin (17/7/2023).

Gubernur Kaltara mengapresiasi segenap pihak yang terus berupaya menekan angka kemiskinan di Kalimantan Utara.

Menurutnya, hal ini harus didukung penuh oleh pemerintah sehingga terwujud masyarakat Kaltara yang Berubah, Maju dan Sejahtera.

Secara rinci, jumlah penduduk miskin di Kalimantan Utara pada Maret 2023 sebanyak 47,97 ribu (6,45 persen). Pada Maret 2021 penduduk miskin berjumlah 52,86 ribu. Sedangkan tahun lalu penduduk miskin berjumlah 49,46 ribu.

Angka ini juga mengalami penurunan selama enam bulan terakhir. Di mana pada bulan September 2022 penduduk miskin berjumlah 50,58 ribu (6,86 persen). Jumlah penduduk miskin berkurang 2,6 ribu jiwa atau turun 0,41 persen.

"Jumlah penduduk miskin daerah perkotaan mengalami penurunan baik secara absolut maupun persentase begitu juga dengan penduduk miskin daerah pedesaan mengalami penurunan secara absolut maupun persentase," ujar Zainal Paliwang.

Tidak hanya itu, selama periode September 2022 - Maret 2023, penduduk miskin di daerah perkotaan menurun sebanyak 1,6 ribu jiwa dari 26,38 ribu orang pada September 2022 menjadi 24,75 ribu orang.

Sedangkan pada Maret 2023 atau secara persentase turun sebesar 0,40 persen dari 5,58 persen menjadi 5,18 persen.

Baca juga: Pemprov Kaltara Fokus Turunkan Angka Prevalensi Stunting dan Kemiskinan Ekstrem, Ini Target Nasional

Penduduk miskin di daerah perdesaan mengalami penurunan sebanyak 1,0 ribu jiwa dari 24,20 ribu orang pada September 2022 menjadi 23,22 ribu orang. Kemudian pada Maret 2023 atau secara persentase turun 0,41 persen dari 9,15 persen menjadi 8,74 persen.

Jumlah penduduk miskin di daerah perdesaan lebih sedikit dibanding di daerah perkotaan.

Meskipun begitu, persentase penduduk miskin yang berada di daerah perdesaan pada bulan Maret 2023 sebesar 8,74 persen, sedangkan di daerah perkotaan sebesar 5,18 persen.

Pola ini sama dengan kondisi September 2022 persentase penduduk miskin di perkotaan 5,58 persen sedangkan di perdesaan lebih tinggi 9,15 persen.

Gubernur Kaltara mengungkapkan, pemerintah terus berupaya menekan angka kemiskinan melalui berbagai langkah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved