Berita Kaltara Terkini
Ditemukan Kasus Lumpuh Layu di Jawa, Dinkes Kaltara Targetkan Program 13.287 Anak Imunisasi Polio
Ditemukannya kasus lumpuh layu di Jatim dan Jateng, menjadi salah satu atensi Kemenkes. Dinkes Kaltara Targetkan Program 13.287 Anak Imunisasi polio.
Penulis: Desi Kartika Ayu | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Ditemukannya kasus lumpuh layu di Kabupaten Pamekasan dan Sampang di Jawa Timur dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah menjadi salah satu atensi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Setelah adanya kasus tersebut, Kemenkes RI mengadakan Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio secara serentak untuk menanggulangi Kejadian Luar Biasa (KLB).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara, Usman menyebutkan bahwa imunisasi polio adalah sebuah program rutin yang dilakukan oleh Dinkes Kaltara.
"Jika ada yang terkena kasus tersebut, kemungkinan akan menimpa anak-anak yang tidak mendapatkan imunisasi secara lengkap," kata Usman kepada TribunKaltara, Senin (22/1).
Baca juga: Dinsos Kaltara Ungkap Anggaran Dana Bantuan Kelompok Usaha Bersama 2024, Ada Kenaikan Rp 400 Juta
Usman menyatakan bahwa Dinkes Kaltara secara konstan membuat laporan surveilans untuk mendeteksi jumlah kasus, sehingga sebaran kasus dapat terdeteksi.
Terkait berapa jumlah sebaran kasus polio di Kaltara, Usman tidak dapat menyebutkan secara pasti.
"Untuk jumlah pasti saya belum bisa memastikan, karena masih dalam proses perhitungan," ungkapnya.
Tahun ini, Dinkes Kaltara menargetkan sebanyak 13. 287 anak dengan rentang usia nol hingga tujuh tahun untuk menjalani program imunisasi BOPV (bivalent oral polio vaccine).
"Saat ini ketersediaan vaksin tercatat masih sebanyak 750 vial," bebernya.
Untuk melakukan mitigasi risiko terjangkit kasus polio, Usman mengingatkan kepad masyarakat agar menyadari pentingnya imunisasi polio demi menjaga kesehatan anak. Mengingat, Polio adalah penyakit menular yang mengakibatkan kelumpuhan pada anak dan dalam beberapa kasus, dapat menyebabkan kematian.
"Vaksinasi salah satu cara untuk mencegah penyebaran penyakit ini," imbuh Usman.
Dengan memberikan vaksinasi kepada anak maka mereka terlindungi dari penyakit yang disebabkan oleh virus polio. Ia menekankan bahwa vaksinasi adalah metode terbaik untuk mencegah penyebaran penyakit menular.
"Vaksinasi dalam kasus polio terbukti efektif dalam mengurangi jumlah kasus. Hal tersebut terbukti angka kasus di seluruh dunia menurun drastis," sebutnya.
Baca juga: Terima Anggaran Rp 515,65 Miliar, Kapolda Kaltara: Gunakan secara Disiplin, Teliti dan Transparans
Harapanya, masyarakat dapat mengetahui fakta terkait vaksinasi yang dapat mencegah terjangkitnya kasus Polio.
"Setiap anak berhak untuk hidup dengan sehat dan bahagia, dan dimulai dari memberikan vaksinasi yang tepat," tutupnya dengan penuh harapan
Penulis : Desi Kartika
| Bapenda Kaltara Perluas Pajak Kendaraan di Atas Air, Tomy Labo: Potensi Objek Pajak Terus Bertambah |
|
|---|
| Wakil Dubes Australia Tinjau SKALA di Samsat Bulungan, Bapenda Kaltara Beri Diskon Pajak Disabilitas |
|
|---|
| Kalimantan Utara Terbaik Turunkan Pengangguran di Kalimantan, Raih Insentif Rp3 Miliar |
|
|---|
| Perkuat Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah, Pemprov Kaltara Launching Dua Aplikasi Didigital |
|
|---|
| DPO Tindak Pidana Kehutanan ABH Diringkus Tim Kejati Kaltara, Dititipkan di Rutan Polresta Bulungan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Kesehatan-Kalimanta-Utara-Usman-dhf.jpg)