Kamis, 16 April 2026

Berita Malinau Terkini

Sempat Bertahan 10 Jam, Banjir di Kayan Hilir Mulai Surut, Air Genangi Lumbung Padi Warga Data Dian

Banjir menggenangi lahan dan permukiman warga di Desa Data Dian, Kecamatan Kayan Hilir, Malinau dilaporkan mulai surut pada Senin (5/2/2024) sore.

|
Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
(TRIBUNKALTARA.COM / HO- CAMAT KAYAN HILIR_ ROBERT KRISTIAN)
Banjir yang terjadi sejak pagi tadi di Desa Data Dian mulai surut pada sore tadi di Kayan Hilir, Malinau, Kalimantan Utara, Senin (5/4/2024). 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Banjir menggenangi lahan dan permukiman warga di Desa Data Dian, Kecamatan Kayan Hilir, Malinau dilaporkan mulai surut pada Senin (5/2/2024) sore.

Genangan banjir yang terjadi pada hari ini diperkirakan bertahan sekira 10 jam. Dimulai sejak pagi tadi sekira pukul 08:00 Wita dan mulai surut sekira pukul 18:30 Wita.

Banjir yang terjadi karena luapan air di hulu Sungai Kayan tersebut disebut merupakan yang terlama sekaligus yang terbesar.

"Banjir kali ini cukup lama, dinulai pagi, jam 08:00 Wita, hingga pada sore hari ini. Biasanya banjir tidak terlalu lama, tapi banjir kali ini lumayan lqma," ungkap Camat Kayan Hilir, Robert Kristian, Senin (5/2/2024) malam.

Baca juga: Rawan Pemungutan Suara Ulang di TPS Malinau, Akademisi Hukum UBT Beber Sejumlah Sebab PSU

Hujan deras seharian mengakibatkan Banjir di Desa Data Dian, Kecamatan Kayan Hilir, Malinau. Kecamatan dan warga berupaya menyelamatkan hasil panen dari jangkauan banjir, Senin (5/2/2024).
Hujan deras seharian mengakibatkan Banjir di Desa Data Dian, Kecamatan Kayan Hilir, Malinau. Kecamatan dan warga berupaya menyelamatkan hasil panen dari jangkauan banjir, Senin (5/2/2024). ((TRIBUNKALTARA.COM / HO- ROBERT KRISTIAN))

Hingga malam ini, genangan air mulai kembali dari permukiman ke daerah aliran sungai.

Selain menggenangi rumah warga, banjir turut merendam ladang padi milik warga di pesisir Sungai Kayan, bagian dari anak Sungai Kayan.

"Pada saat kejadian banjir kami juga turun memantau, dan mengevakuasi hasi pertanian ke daerah tinggi," katanya.

Bahkan persediaan pangan, sejumlah lumbung padi yang berada di sekitar area sungai juga tersentuh banjir. Sebagian terendam, sebagian lagi berhasil dievakuasi.

Banjir kali ini disebut sebagai banjir yang bertahan paling lama sekaligus terbesar dalam kurun waktu 5 tahun terakhir di Malinau.

Baca juga: Dua Sungai di Kecamatan Kayan Hilir Meluap, Rumah Hingga Lahan Tani di Data Dian Malinau Tergenang

Saat ini, banjir mulai surut dari permukiman warga. Dampak banjir diperkirakan akan sampai ke hilir Sungai Kayan, Kabupaten Bukungan Kalimantam Utara.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

 

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved