Rabu, 20 Mei 2026

Berita Kaltara Terkini

Industri Pengolahan Sumbang 7,67 Persen PDRB di Kaltara, Pabrik CPO Kelapa Sawit Terbanyak

BPS Kaltara catat industri pengolahan terbesar kelima berkontribusi dalam pertumbuhan perekomian di Kalimantan Utara.

Tayang:
Penulis: Edy Nugroho | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM
Industri minyak sawit mentah di Kaltara, mendominasi usaha sedang dan besar di Kaltara. 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara mencatat, industri pengolahan merupakan sektor terbesar kelima yang berkontribusi, dalam mendongkrak pertumbuhan perekonomian Kalimantan Utara pada 2023. Sektor tersebut menyumbang sebesar 7,67 persen dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Utara.

Disebutkan Kepala BPS Kaltara, Mas'ud Rifai, peran sektor industri pengolahan terhadap perekonomian, didukung dari sebaran perusahaan industri pengolahan berskala besar dan sedang yang ada di suatu wilayah.

Mas’ud Rifai mengatakan, dari hasil pemutakhiran yang didasarkan atas hasil kegiatan matching direktori perusahaan Industri Besar dan Sedang (IBS) yang ada di Kalimantan Utara tahun 2023, diperoleh jumlah perusahaan dalam industri berskala sedang dan besar sebanyak 40 perusahaan.

“Jumlah ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Dari 40 perusahaan tersebut, terdapat 22 perusahaan berskala besar dan 18 perusahaan berskala sedang,” kata Mas’ud dalam rilisnya yang diterima media ini, Jumat (26/04/2024).

Baca juga: Perusahaan Minyak Sawit Apical Buka Lowongan Kerja di Balikpapan, Simak Posisi Kerja dan Syaratnya

Jika dilihat dari kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), terdapat 16 jenis kegiatan industri besar dan sedang di Kalimantan Utara. Di mana kegiatan industri paling banyak adalah pabrik pengolahan minyak mentah kelapa sawit (Crude Palm Oil), yaitu sebanyak 14 perusahaan. Kegiatan terbesar kedua adalah industri pembekuan biota air lainnya sebanyak 7 perusahaan.

“Selanjutnya, kegiatan terbesar ketiga di Provinsi Kalimantan Utara adalah industri pembekuan ikan sebanyak 3 perusahaan,” jelas Mas'ud Rifai.

Perusahaan IBS terbanyak berada di Tarakan sebanyak 20 perusahaan, atau separuh dari total perusahaan IBS di Kalimantan Utara, disusul Nunukan dengan 10 perusahaan, Bulungan dengan 9 perusahaan, dan Tana Tidung dengan 1 perusahaan.

Minyak sawit mentah di Kaltara 02 26042024
Industri minyak sawit mentah di Kaltara, mendominasi usaha sedang dan besar di Kalimantan Utara

“Hingga 2023, terdapat satu kabupaten di Kalimantan Utara yang sama sekali tidak memiliki perusahaan berskala besar maupun sedang, yaitu Kabupaten Malinau. Hal ini dikarenakan perusahaan IBS di kabupaten tersebut sedang berstatus tutup sementara,” imbuhnya.

(*)

Penulis: Edy Nugroho

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved