Berita Kaltara Terkini
Industri Pengolahan Sumbang 7,67 Persen PDRB di Kaltara, Pabrik CPO Kelapa Sawit Terbanyak
BPS Kaltara catat industri pengolahan terbesar kelima berkontribusi dalam pertumbuhan perekomian di Kalimantan Utara.
Penulis: Edy Nugroho | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara mencatat, industri pengolahan merupakan sektor terbesar kelima yang berkontribusi, dalam mendongkrak pertumbuhan perekonomian Kalimantan Utara pada 2023. Sektor tersebut menyumbang sebesar 7,67 persen dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Utara.
Disebutkan Kepala BPS Kaltara, Mas'ud Rifai, peran sektor industri pengolahan terhadap perekonomian, didukung dari sebaran perusahaan industri pengolahan berskala besar dan sedang yang ada di suatu wilayah.
Mas’ud Rifai mengatakan, dari hasil pemutakhiran yang didasarkan atas hasil kegiatan matching direktori perusahaan Industri Besar dan Sedang (IBS) yang ada di Kalimantan Utara tahun 2023, diperoleh jumlah perusahaan dalam industri berskala sedang dan besar sebanyak 40 perusahaan.
“Jumlah ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Dari 40 perusahaan tersebut, terdapat 22 perusahaan berskala besar dan 18 perusahaan berskala sedang,” kata Mas’ud dalam rilisnya yang diterima media ini, Jumat (26/04/2024).
Baca juga: Perusahaan Minyak Sawit Apical Buka Lowongan Kerja di Balikpapan, Simak Posisi Kerja dan Syaratnya
Jika dilihat dari kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), terdapat 16 jenis kegiatan industri besar dan sedang di Kalimantan Utara. Di mana kegiatan industri paling banyak adalah pabrik pengolahan minyak mentah kelapa sawit (Crude Palm Oil), yaitu sebanyak 14 perusahaan. Kegiatan terbesar kedua adalah industri pembekuan biota air lainnya sebanyak 7 perusahaan.
“Selanjutnya, kegiatan terbesar ketiga di Provinsi Kalimantan Utara adalah industri pembekuan ikan sebanyak 3 perusahaan,” jelas Mas'ud Rifai.
Perusahaan IBS terbanyak berada di Tarakan sebanyak 20 perusahaan, atau separuh dari total perusahaan IBS di Kalimantan Utara, disusul Nunukan dengan 10 perusahaan, Bulungan dengan 9 perusahaan, dan Tana Tidung dengan 1 perusahaan.
“Hingga 2023, terdapat satu kabupaten di Kalimantan Utara yang sama sekali tidak memiliki perusahaan berskala besar maupun sedang, yaitu Kabupaten Malinau. Hal ini dikarenakan perusahaan IBS di kabupaten tersebut sedang berstatus tutup sementara,” imbuhnya.
(*)
Penulis: Edy Nugroho
BPS Kaltara
industri pengolahan
pertumbuhan
perekonomian
Kalimantan Utara
PDRB
perusahaan
kelapa sawit
TribunKaltara.com
| Anggota DPRD Kaltara Dino Andrian Serap Aspirasi Nelayan di Tarakan, Usulan Diklaim Masuk APBD 2026 |
|
|---|
| Dinilai Perkuat Ekonomi Masyarakat, Ketua DPRD Kaltara Dukung Koperasi Desa Merah Putih |
|
|---|
| Mahasiswi Asal Nunukan Jadi Korban Kekerasan Seksual di Makassar, Tamara Minta Pelaku Dihukum Berat |
|
|---|
| Kadin Kaltara Khawatir Kenaikan Harga BBM Bisa Picu PHK, Minta Pemerintah Buka Kran Investasi |
|
|---|
| Kebijakan WFA Sukses Pangkas Tagihan Listrik dan Air Pemprov Kaltara, jadi Rp900 Jutaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Industri-minyak-sawit-di-Kaltara-01-26042024.jpg)