Minggu, 3 Mei 2026

Berita Pemprov Kaltara

Status Internasional Bandara Juwata Dicabut, Gubernur Kaltara Bakal Temui Menhub Minta Dikembalikan

Kemenhub telah mencabut status internasional Bandara Juwata Tarakan, oleh karena itu Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang akan hadap Menhub.

Tayang:
Penulis: Edy Nugroho | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM
Gubernur Kaltara, H Zainal Arifin Paliwang 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Pencabutan status internasional Bandara Juwata Tarakan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menuai reaksi dari Gubernur KaltaraZainal A Paliwang. Walaupun kebijakan ini telah diambil, Pemprov Kaltara masih berupaya agar status bandara sebagai bandara internasional dibuka kembali.

Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang menyampaikan bahwa pihaknya telah bersurat kepada maskapai penerbangan di Indonesia untuk membahas solusi terkait pencabutan status internasional bandara, khususnya Bandara Juwata Tarakan

Zainal A Paliwang menyebut, kendala lain yang dihadapi maskapai saat ini adalah keterbatasan armada, sehingga ikut berdampak pada minimnya pelayanan penerbangan ke Kalimantan Utara. Termasuk ke bandara Tanjung Harapan, Tanjung Selor, khususnya rute Tanjung Selor-Balikpapan dan sebaliknya. 

“Dan khusus untuk di Tarakan, Kemarin ada rapat di Tarakan dengan Pertamina dan Pelita Air untuk membahas kelanjutan layanan penerbangan dari Jakarta, Balikpapan, dan Tarakan,” kata Zainal A Paliwang kepada wartawan di Tanjung Selor, Kamis (16/05/2024).

Baca juga: Status Internasional Bandara Juwata Tarakan Dicabut, Gubernur Kaltara Zainal Bakal Lobi ke Pusat

Lebih lanjut, Zainal Paliwang mengungkapkan “keberatannya” status bandara internasional Juwata Tarakan dicabut menjadi bandara domestik. 

“Kalau pribadi saya sangat keberatan. Tetapi sudah jadi keputusan Pemerintah Pusat, saya di sini adalah perpanjangan tangan Pemerintah Pusat, (keputusan itu) kita laksanakan. Tetapi juga kita usahakan untuk menghadap Pak Menhub (Menteri Perhubungan) supaya ini kembali dibuka untuk penerbangan internasional,” ujarnya. 

Zainal A Paliwang mengatakan, Kaltara memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan negara lain. Hal ini menjadi salah satu argumen utama yang akan disampaikan kepada Kemenhub untuk membuka kembali status internasional bandara Juwata Tarakan.

Dia optimis bahwa Kemenhub akan mempertimbangkan argumennya, mengingat bandara Juwata Tarakan memiliki potensi besar untuk melayani penerbangan internasional, terutama dengan dibukanya kembali jalur penerbangan Tawau (Malaysia)-Tarakan oleh Malaysia.

“Saya sudah bertemu dengan beberapa pejabat di Sabah dan mereka menyatakan akan membuka kembali penerbangan internasional ke Tarakan. Namun, pencabutan status ini tentu menjadi kendala,” jelas Zainal A Paliwang.

Aktivitas penumpang di Bandara Juwata Tarakan
Aktivitas penumpang di Bandara Juwata Tarakan (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

Pencabutan status internasional Bandara Juwata Tarakan dikhawatirkan menghambat konektivitas Kaltara dengan negara lain dan berdampak negatif pada sektor pariwisata dan perdagangan di wilayah tersebut.

(*)

Penulis: Edy Nugroho

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved