Berita Tarakan Terkini
LGBT Rambah Pelajar Tarakan, Pemerintah Minta Peran Aktif Edukasi Orangtua
DP3AP2KB Tarakan mengakui sudah muncul LGBT yang merambah remaja pelajar di Tarakan, Kalimantan Utara, minta peran aktif edukasi orangtua.
Penulis: Andi Pausiah | Editor: Cornel Dimas Satrio
TRIBUNKALTARA.COM,TARAKAN – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tarakan membeberkan fakta temuan kasus LGBT merambah pelajar khususnya anak laki-laki.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP3AP2KB, Rinny Faulina membeberkan ada beberapa faktor hal tersebut bisa terjadi.
Dari sisi data, belum ada kasus yang ditangani sebagai korban namun dari sisi komunitas diakuinya sudah muncul LGBT di Tarakan.
"Kalau data kasus masuk belum ada bahwa anaknya korban tapi komunitasnya ada. Kami dapat data dari Dinkes Tarakan bahwa mereka ada dan itu kaitan dengan HIV AIDS dan juga data PPA Polres," ujarnya.
Ia sendiri membenarkan kasus LGBT mulai merambah pelajar di Tarakan.
Iapun berharap peran lingkungan keluarga harus semakin kuat untuk memberikan perhatian pada anak.
"Sudah (merambah pelajar). Harus menciptakan anak lebih terbuka sama kita jangan sampai dia curhatnya kepada orang lain. Kalau anak balita, sampai TK lingkupnya tahunya bapak, ibu, kakak, adiknya. Tapi kalau sudah di SD, bisa saja dia meniru kata guru, bergeser ke SMP meniru kata teman, dan orang tua dalam hal ini harus mendampingi," ungkapnya.
Rinny Faulina mengatakan, saat anak-anak masuk masa pubertas orangtua haruslah mendampingi ketat dan pertama kali mengajarkan kepada anak terutama edukasi kesehatan reproduksi.
Mengenalkan anggota tubuh mengapa berbeda antara laki-laki dan perempuan sedini mungkin diajarkan kepada anak.
"Jangan sampai diajarkan teman," ujarnya.
Menurutnya, orangtua perlu sedini mungkin mengajarkan kepada anak sentuhan fisik yang boleh dan tidak boleh terjadi.
Mengajarkan anak membiasakan berkata tidak walaupun dengan orang terdekat sekalipun.
"Kadang mungkin disentuh, dia harus berani berontak. Sentuhan boleh di pundak, tangan. Sentuhan tidak boleh yah yang di wilayah tertutup dengan pakaian dalam. Anak cewek dan cowok," terangnya.
Ia memberikan contoh, anak laki-laki yang sudah waktunya mengalami mimpi basah, jika tak diarahkan orangtua, bahwa itu hal alami bisa saja terjadi salah paham.
"Misalnya sekolah berasrama tidur dengan temannya laki-laki dan temannya kaget dikira melakukan pelecehan pada temannya, padahal tidak dan dikeluarkan dari sekolah. Padahal kan hal itu tidak harus sampai keluar sekolah. Makanya saat ini sedang gencar masuk sekolah, kelurahan merangkul memperbanyak edukasi," jelasnya.
| Pemkot Tarakan Pastikan Tindak Lanjuti Rekomendasi DPRD atas LKPJ Wali Kota Tahun 2025 |
|
|---|
| DPRD Tarakan Serahkan Rekomendasi LKPJ Wali Kota 2025, Tekankan Poli Puskesmas 24 Jam Direalisasikan |
|
|---|
| LPG Non Subsidi Naik, Wakil Wali Kota Tarakan akan Koordinasi: Jangan Sampai Mahal, Barang Tidak Ada |
|
|---|
| LPG Non Subsidi 12 Kg Naik Jadi Rp 280 Ribu di Tarakan, Pemilik Pangkalan Akui Pembeli Sepi |
|
|---|
| Seorang Pria di Tarakan Ditemukan Meninggal, Diperkirakan Jenazah Sudah Empat Hari, Diduga Sakit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Kabid-Pemberdayaan-Perempuan-Tarakan-081124.jpg)