Senin, 4 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

Daftar Jajaran Prabowo di Kabinet Merah Putih Pernah Bikin Kontroversi, Mayor Teddy Turun Tangan

Ini daftar nama jajaran Presiden Prabowo Subianto di Kabinet Merah Putih yang pernah bikin kontroversi, Mayor Teddy sampai turun tangan.

Tayang:
Editor: Amiruddin
Instagram @sekretariat.kabinet
Intip daftar nama jajaran Presiden Prabowo Subianto di Kabinet Merah Putih yang pernah bikin kontroversi saat mereka terbilang masih baru menjabat, bahkan Mayor Teddy (kiri) hingga turun tangan. 

Miftah menegaskan, keputusan mundur itu diambil tanpa desakan dari pihak mana pun, melainkan didasarkan atas rasa cinta, hormat, dan tanggung jawabnya kepada Presiden serta kepada bangsa dan negara. 

"Keputusan ini saya ambil atas rasa cinta, hormat, dan tanggung jawab saya yang mendalam kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto serta seluruh masyarakat," kata dia.

Sambil menahan tangis, Gus Miftah juga menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya atas kontroversi yang telah dibuat. 

 

Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keamanan Miftah Maulana Habiburrahman mengikuti upacara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (22/10/2024). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)
Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keamanan Miftah Maulana Habiburrahman mengikuti upacara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (22/10/2024). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

 


3. Raffi Ahmad


Kemudian ada artis Raffi Ahmad yang kini juga menjadi pembantu Prabowo sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni.

Raffi Ahmad membuat kontroversi terkait penggunaan mobil dinas dengan pelat RI 36.

Mobil pelat RI 36 menuai kontroversi setelah sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang petugas patroli dan pengawalan (patwal) di jalanan Jakarta viral di media sosial.

Dalam video tersebut, petugas patwal bersepeda motor terlihat membelah kemacetan untuk memberikan jalan bagi mobil pelat RI 36. 

Aksi petugas itu menuai kritik karena dianggap arogan, terutama ketika terlihat menunjuk-nunjuk sopir taksi eksekutif yang berada di jalur yang sama.

Sosok pemilik mobil pelat RI 36 itu sempat menjadi teka-teki. Bahkan ada 3 nama menteri yang terseret lantaran disebut sebagai penggunanya.

Yaitu Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi; Menteri Komunikasi dan Digital (Menkodigi), Meutya Hafid; serta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Nusron Wahid.

Namun, ketiga menteri kompak membantah. Mereka bukanlah pemilik mobil berpelat RI 36.

Tak lama, Raffi Ahmad mengakui, mobil berpelat RI 36 adalah kendaraan yang digunakan dalam keperluan dinas kenegaraan.

Keterangan itu dikirimkan asistennya ke kalangan wartawan, Sabtu (11/1/2025).

Raffi Ahmad menjelaskan pada saat kejadian dirinya tidak berada di dalam mobil tersebut karena kendaraan tesebut sedang dalam perjalanan menjemputnya.

Mobil dinas itu sebelumnya mengambil beberapa berkas penting sebelum melanjutkan ke rapat berikutnya.

"Bahwa benar adanya mobil tersebut kendaraan yang saya gunakan."

"Namun pada saat kejadian, saya sedang tidak berada di dalam mobil karena pada saat itu mobil berpelat RI 36 sedang dalam posisi menjemput saya untuk menuju agenda rapat selanjutnya," kata Raffi.

Sebagai pengguna mobil berpelat RI 36, Raffi Ahmad menjelaskan kronologi kejadian yang sebenarnya setelah melakukan klarifikasi kepada seluruh jajaran tim patwal yang mengawal dirinya.

Kronologi kejadian yang sebenarnya di depan rangkaian, terdapat taksi Alphard berwarna hitam di mana di depan taksi tersebut ada truk berhenti, sehingga taksi mengambil jalur sebelah kanan dan hampir menyerempet mobil di jalur tersebut.

Pengemudi taksi dan mobil tersebut kemudian membuka jendela dan saling adu argumen.

Petugas patwal yang melihat hal tersebut, khawatir akan menimbulkan kemacetan karena lalu lintas yang sedang lumayan padat, langsung menegur pengemudi taksi dengan mengatakan, “Sudah, Maju pak” dengan gestur yang terlihat di video.

Terkait hal ini, lagi-lagi pihak Istana melalui Seskab, Mayor Teddy Indra Wijaya memberikan teguran.

Namun, ia enggan merinci identitas pejabat negara yang memakai mobil berpelat RI-36 tersebut.

"Sudah, sudah kita tegur," ujar Mayor Teddy, Sabtu (11/1/2025).

 

Terungkap mobil RI 36 dalam Video Viral petugas Patwal yang dianggap arogan milik Raffi Ahmad, yang saat ini menjabat Utusan Khusus Presiden.
Terungkap mobil RI 36 dalam Video Viral petugas Patwal yang dianggap arogan milik Raffi Ahmad, yang saat ini menjabat Utusan Khusus Presiden. (Kolase/Tribun Kaltara)

 

Baca juga: Tepis Isu Bermusuhan dengan Prabowo, Megawati Mengaku Curhat ke Presiden soal Hasto Kristiyanto


4. Satryo Soemantri Brodjonegoro


Terbaru, ada Mendiktisaintek, Satryo Soemantri Brodjonegoro yang baru saja didemo pegawainya di Kementerian Saintekdikti, Senin (20/1/2025).

Demo tersebut digelar untuk mengecam dugaan pemecatan pegawai kementerian. 

Dalam aksi tersebut, para pegawai menggunakan pakaian berwarna hitam dan membentangkan spanduk protes yang ditujukan Satryo Soemantri.

"Institusi Negara Bukan Perusahaan Pribadi Satryo dan Istri," tulis spanduk aksi tersebut.

Ketua Paguyuban Pegawai Ditjen Dikti, Suwitno mengatakan selama ini prosedur mutasi jabatan di Kemendiktisaintek dilakukan secara tidak sesuai prosedur.

"Perubahan kementerian kalau soal pergantian jabatan pimpinan itu hal yang biasa. Tapi dengan cara-cara yang tidak elegan, cara-cara tidak fair, cara-cara juga tidak sesuai prosedur," ujar Suwitno.

Seorang ASN Kementerian Saintekdikti yang dipecat yaitu Neni Herlina mengungkapkan, pemecatannya itu dilakukan secara tidak etis.

Pemecatan tersebut diduga akibat persoalan pergantian meja kerja di ruangan Satryo Soemantri Brodjonegoro.

Neni menyebut pejabat eselon I juga menjadi korban pemecatan Satryo Soemantri Brodjonegoro

Dia adalah Abdul Haris yang sempat menjabat sebagai Dirjen Kemendiktisaintek.

Isu lain yang dibawa para pegawai Kementerian Saintekdikti adalah perilaku Satryo Soemantri Brodjonegoro yang sempat menganiaya pegawai vendor yang bekerja sama dengan Kemendiktisaintek.

Satryo pun telah buka suara terkait aksi demo para pegawainya di Kemendiktisaintek.

Menurutnya, aksi tersebut dipicu masalah mutasi yang ada di Kemendiktisaintek.

Mengingat Satryo Soemantri Brodjonegoro memiliki kebijakan untuk melakukan mutasi dan rotasi besar-besaran pada pegawainya.

Satryo mengungkap, mutasi ini dilakukannya karena ingin membenahi Kemendiktisaintek sesuai dengan anjuran Presiden Prabowo Subianto untuk menghemat anggaran pemerintah.

 

 

 

Pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Satryo Soemantri Brodjonegoro dan Neni Herlina.
Pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Satryo Soemantri Brodjonegoro dan Neni Herlina. (Tribunnews.com)

 

 

Ia menilai, kebijakan mutasi besar-besaran yang diambilnya ini membuat beberapa pihak tidak berkenan.

Sehingga berujung pada aksi demo yang dilakukan pegawai Kemendiktisaintek hari ini.

"Kita ingin membenahi. Pak Presiden mengatakan harus hemat dengan anggaran pemerintah. 

Ada mutasi cukup besar dan karena memang ada pihak-pihak yang tidak berkenan dimutasi," kata Satryo Soemantri Brodjonegoro.

Lebih lanjut, dia juga membantah adanya tuduhan bahwa dirinya menampar pegawainya.

Dia mengatakan aksi penamparan pada pegawai Kemendiktisaintek ini tak ada sama sekali.

"Penamparan? Tidak ada sama sekali," tegas Satryo Soemantri Brodjonegoro.

(Tribunnews.com/Sri Juliati/Yohanes Liestyo Poerwoto/Reynas Abdila)

 

(*)


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Belum 100 Hari Menjabat, Sederet Pembantu Presiden Prabowo Buat Kontroversi, Ada yang Pilih Mundur, https://www.tribunnews.com/nasional/2025/01/21/belum-100-hari-menjabat-sederet-pembantu-presiden-prabowo-buat-kontroversi-ada-yang-pilih-mundur?page=all.
Penulis: Sri Juliati
Editor: Bobby Wiratama

 

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved