Selasa, 5 Mei 2026

TPID Malinau Sidak Bahan Pokok

Stabilkan Harga Sembako di Malinau Jelang Ramadan, Agen dan Distributor Pasok Barang dari Surabaya

Begini alasan pedagang, agen dan distributor di Malinau Kalimantan Utara mendatangkan pasokan barang dari Surabaya dan Sulawesi.

Tayang:
Penulis: Mohamad Supri | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI
PELAKU USAHA – Sejumlah pelaku usaha berbincang dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah Malinau saat sidak menjelang Ramadan, Kamis (27/2/2025). Rantai pasokan berpengaruh besar terhadap pergerakan harga barang di Malinau, Kalimantan Utara. 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU-Dalam menjaga stabilitas harga barang di Malinau, Kalimantan Utara jelang Ramadan, para pedagang, agen, dan distributor sembako lebih pilih pasok barang dari Surabaya dan Sulawesi. Alasannya harga lebih terjangkau dibandingkan ambil pasokan barang dari kota terdekat.

Hal ini diungkapkan salah satu pemilik angen Sembako Wijaya Fredy ketika bertemu dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Malinau, ketika melakukan sidak ke pasar, toko dan swalayan.

Pemilik Agen Sembako Wijaya, Fredy, mengungkapkan, pertimbangan selisih harga membuat banyak pengusaha, termasuk dirinya, memilih memasok barang dari Surabaya. Selain faktor harga, kapal angkutan juga tersedia melalui Pelabuhan Kelapis dan pelabuhan bongkar muat di Malinau Kota.

"Rata-rata seperti kami ambil di Surabaya. Karena pertimbangan dagang, ada selisih harga. Dari Surabaya ke sini bisa lewat laut, kapal," ungkapnya, Kamis (27/2/2025).

Baca juga: TPID Malinau Catat 3 Komoditas Ini Alami Kenaikan Jelang Ramadan, Beras Premium Rp 17 Ribu Per Kg

Jenis sembako yang dipasok umumnya berupa bahan pangan dalam kemasan, termasuk beras, gula, garam, hingga air kemasan. Namun, pengusaha harus mempertimbangkan harga jual setelah dipotong biaya transportasi. Salah satu hambatan utama di Malinau adalah kondisi sungai yang tidak memungkinkan pengiriman skala besar.

"Seperti Nunukan, kenapa di sana murah? Karena mereka ada tol laut. Di Malinau kita mungkin terkendala skala besar karena sungai dangkal. Jadi, untuk muatan sekian ratus ton itu tidak bisa," katanya.

Sebelumnya, persoalan ini juga pernah disampaikan oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Malinau. Ketua Apindo Malinau, Paul Muregar, menilai perlu ada penataan dan manajemen distribusi yang lebih baik untuk menghindari monopoli ekspedisi laut dan sungai.

"Karena persoalan dagang, material kita ini memang harus ditata dengan baik supaya semua bisa bersaing. Bukan hanya bahan pokok, barang penting seperti semen dan bahan bangunan lainnya juga terkendala dalam pengiriman," ujarnya.

Pasokan barang di Malinau 02 27022025.jpg
PELAKU USAHA – Sejumlah pelaku usaha berbincang dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah Malinau saat sidak menjelang Ramadan, Kamis (27/2/2025). Rantai pasokan berpengaruh besar terhadap pergerakan harga barang di Malinau Kalimantan Utara.

Saat ini, Pemkab Malinau telah menerapkan sejumlah kebijakan untuk memprioritaskan kelancaran ekspedisi, terutama di saat-saat tertentu. Sejumlah pembenahan pelabuhan bongkar muat di Kelapis telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir untuk mengantisipasi lonjakan harga akibat gangguan rantai pasok.

(*)

Penulis: Mohammad Supri

 

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved