Selasa, 5 Mei 2026

Berita Nunukan Terkini

BPS Nunukan Rilis Profil Statistik Ibu dan Anak, Pernikahan Dini hingga Pendidikan jadi Sorotan

BPS Nunukan baru-baru ini merilis Profil Statistik Ibu dan Anak 2025, angka pernikahan dini hingga tingkat pendidikan jadi sorotan.

Tayang:
Penulis: Fatimah Majid | Editor: Amiruddin
ISTIMEWA
BPS NUNUKAN - Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Nunukan, Iskandar Ahmaddien, turun langsung ke lapangan saat melakukan kegiatan survei data ibu dan anak di wilayah perdesaan Nunukan. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan akurasi data yang menjadi dasar penyusunan “Profil Statistik Ibu dan Anak Kabupaten Nunukan 2025.” (TribunKaltara.com-Istimewa-BPS Nunukan) 

Ringkasan Berita:
  • Badan Pusat Statistik Kabupaten Nunukan merilis profil ibu dan anak 2025, mencatat jumlah penduduk Kabupaten Nunukan sebanyak 210.940 jiwa dengan 32,71 persen usia 0–19 tahun (potensi bonus demografi).
  • Tantangan utama meliputi pernikahan dini dan kesenjangan pendidikan, terutama di wilayah perdesaan yang masih didominasi lulusan SD.
  • Kondisi anak relatif baik, dengan kepemilikan akta kelahiran >96?n partisipasi sekolah tinggi, meski menurun pada usia 16–17 tahun.

 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Badan Pusat Statistik atau BPS Nunukan, Kalimantan Utara,  merilis publikasi “Profil Statistik Ibu dan Anak Kabupaten Nunukan 2025.”

Laporan ini memotret kondisi demografi, pendidikan, hingga kesejahteraan ibu dan anak di wilayah perbatasan tersebut.

Kepala BPS Nunukan, Iskandar Ahmaddien, menyebutkan data ini menjadi dasar penting dalam perencanaan pembangunan daerah ke depan.

“Publikasi ini memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi ibu dan anak di Nunukan.

Harapannya bisa menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran,” ujar Iskandar Ahmaddien, kepada TribunKaltara.com, Selasa (5/5/2026).

 

Baca juga: BPS Nunukan: Angka Kunjungan Wisatawan Mancanegara Turun di Awal 2026

 

Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk Kabupaten Nunukan pada 2025 mencapai 210.940 jiwa, dengan rasio jenis kelamin sebesar 111,86, yang menunjukkan dominasi penduduk laki-laki.

Dari sisi struktur umur, sebanyak 32,71 persen penduduk berada pada rentang usia 0–19 tahun.

Kondisi ini dinilai sebagai peluang besar menuju bonus demografi jika dikelola dengan baik.

“Ini potensi besar.

Tapi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan generasi muda,” jelas Iskandar Ahmaddien.

Namun demikian, BPS masih mencatat sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian serius. 

Salah satunya praktik pernikahan dini yang masih terjadi, terutama di wilayah pedesaan.

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved