Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Malinau Terkini

Kebutuhan Bahan Pokok dan BBM di Kayan Selatan Malinau Langka. Terkendala Akses Jalan

Sejak tahun 2025, masyarakat Kayan Selatan di Malinau Kalimantan Utara telah terjadi kelangkaan kebutuhan pokok dan BBM, karean akses jalan yang sulit

Tayang:
Penulis: Mohamad Supri | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI
ILUSTRASI PENGIRIMAN BARANG - Pengiriman Barang ke Apau Kayan Perbatasan RI-Malaysia melalui SOA Malinau. Saat ini, lalu lintas di perbatasan terkendala sehingga barang dan BBM sering langka. 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU-Mulai awal 2025 kebutuhan bahan pokok dan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kayan Selatan, Malinau, Kalimantan Utara, mengalami kelangkaan, karena permasalahan akses jalan yang sulit dilalui.

Camat Kayan Selatan, Hendri Lencau, menyampaikan akhir-akhir ini  kerap keli terjadi kelangkaan bahan pokok, termasuk BBM, Terjadian kelangkaan sejak awal  tahun 2025, meskipun harga untuk bahan pokok dan BBM mahal tetap dibeli.

"Kalau harga mahal, bagi masyarakat itu masih bisa, meskipun sulit. Tapi yang terjadi sekarang adalah kelangkaan. Ini terjadi karena negara tetangga saat ini menutup akses di sempadan," ungkap Hendri Lencau, saat Konsultasi Publik RPJMD Malinau, Selasa (11/3/2025).

Hendri Lencau mengatakan, terjadi kelangkaan bahan pokok dan BBM disebabkan akses jalan yang sulit ditembus dari Malinau ke provinsi tetangga, Mahakam Ulu, Kalimantan Timur.

Baca juga: Bantu Akses Warga Perbatasan RI-Malaysia, Satgas Pamtas Perbaiki Penghubung Desa di Kayan Selatan

Selama ini masyarakat Kayan Selatan, khususnya Apau Kayan, umumnya memperoleh bahan pokok dan BBM dari negara tetangga, Malaysia dan dari provinsi tetangga, Kalimantan Timur, tepatnya di Mahakam Ulu.

Apalagi saat ini, adanya pengetatan akses jalan keluar masuk di perbatasan mengakibatkan salah satu dari dua alternatif sumber kebutuhan bahan pokok dan BBM menjadi terkendala.

Meskipun begitu, diakuinya, Pemkab Malinau telah mengupayakan berbagai alternatif, mulai dari SOA atau Subsidi Ongkos Angkut Barang hingga program BUMDes perbatasan

"Pemkab Malinau telah mengupayakan berbagai cara, hanya saja kita terkendala kewenangan. Karena jalan dari Apau Kayan ke Kaltim ini merupakan lintas provinsi, kami mohon Pemprov dapat segera mencarikan solusi, karena ini berkaitan dengan hajat hidup orang banyak," ungkapnya.

Meski demikian, upaya tersebut bersifat sementara, masyarakat berharap agar Pemprov Kaltara juga memiliki perhatian yang sama terhadap kendala yang dihadapi masyarakat.

Baca juga: Penutupan Pintu Sempadan Malaysia di Krayan Sebabkan Bapok dan BBM Langka, Harga Melambung Tinggi

Terutama karena kewenangan jalan lintas provinsi berada di bawah Pemprov Kaltara yang harus berkoordinasi dengan Pemprov Kaltim.

(*)

Penulis: Mohammad Supri

 

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved