Selasa, 14 April 2026

Berita Kaltara Terkini

Komisi IV DPRD Kaltara Minta Persiapan Penerimaan Murid Baru 2025 Harus Matang

DPRD Kaltara ungkap catatan permasalahan yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya, sudah harus dicarikan upaya pencegahan agar tidak terulang kembali. 

Penulis: Edy Nugroho | Editor: M Purnomo Susanto
ISTIMEWA
DIPERSIAPKAN MATANG - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltara H Syamsuddin Arfah, meminta Dinas Dikbud Kaltara menyiapkan sejak dini untuk pelaksanaan penerimaan siswa baru 2025. (istimewa) 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Syamsuddin Arfah, meminta pihak Pemprov Kaltara, melalui OPD terkaitnya untuk mempersiapkan pelaksanaan penerimaan murid baru tahun ajaran 2025/2026 dengan lebih matang sejak sekarang.

Syamsuddin Arfah mengatakan, catatan permasalahan yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya, sudah harus dicarikan upaya pencegahan agar tidak terulang kembali. 

Salah satunya perihal penentuan wilayah penerimaan atau yang dalam skema tahun lalu bernama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), disebut dengan zonasi.

"Kalau kita bicara (catatan permasalahan), selalu di Tarakan itu persoalan pada zonasi, ada grey area seperti Kampung Bugis dan lainnya," ungkap Syamsuddin Arfah.

Baca juga: DPRD Kaltara Tinjau Pabrik Bubur Kertas di Tarakan yang Diduga Cemari Lingkungan

Namun demikian, dengan adanya pendirian SMA 5 Tarakan pada tahun kemarin, diharap bisa menjadi solusi atas permasalahan tersebut.

"Akhirnya memang ada kebijakan membangun SMA 5 yang posisinya sebenarnya di Karang Anyar Pasir Putih (untuk mengatasi Grey Area). Meski belum berdiri (bangunan) sekolahnya, tapi lokal (Ruang Kelas Belajar) sudah dibuka. Nah itu sebenarnya dalam rangka untuk mengakomodir," paparnya.

Syamsuddin menekankan, agar portal website penerimaan murid baru jangan sampai bermasalah.

Termasuk dengan jangkauan internet karena mayoritas dilakukan secara daring atau online.

"Jangan sampai internet dan jaringan itu bermasalah, istilahnya down, karena bisa memicu masalah muncul. Tahun kemarin sebenarnya sudah mulai bagus," jelasnya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara sebagai OPD terkait, juga diminta mencari solusi terhadap ketimpangan jumlah calon lulusan SMP sederajat dengan daya tampung sekolah negeri, termasuk memperhatikan keberadaan SMA dan SMK swasta yang berada di Kaltara.

"Di Tarakan dan Nunukan itu keluaran dari SMP ke SMA tidak berimbang, artinya keluaran SMP jauh lebih banyak dibanding adanya SMA negeri. Dan harus kita ketahui bahwa rata rata di stigma masyarakat masih ingin masuk di sekolah negeri," ujarnya.

"Tentu dengan daya tampung sekolah negeri yang ada akan kesulitan. Kalaupun dipaksakan masuk semua ke sekolah negeri, akan muncul masalah berikutnya, yaitu sekolah sekolah swasta akan menuntut jangan diterima semua, ditolong diberi peluang untuk siswa bisa masuk," papar Syamsuddin melanjutkan.

Lebih jauh, Syamsuddin kembali menegaskan agar sistematika penerimaan murid baru siap menjawab dinamika yang akan terjadi di lapangan.

Disdikbud Kaltara diminta belajar dari hasil evaluasi sebelumnya.

"Ketika bisa dimatangkan dengan baik mulai dari sistem, penetapan wilayah, kepanitiaan dan sebagainya, maka peluang masalah semakin berkurang, apalagi ada hasil evaluasi dari tahun lalu," ujarnya.

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved