Senin, 13 April 2026

Berita Tarakan Terkini

Tanggapi Penolakan GRIB Masuk ke Tarakan, Kesbangpol Beber Syarat Formal Ormas Bisa Terdata Resmi

Kesbangpol Tarakan belum menerima adanya laporan rencana Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) masuk dan berdiri di Kota Tarakan.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Tarakan, Muhammad Haris 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN –Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Tarakan belum menerima adanya laporan rencana Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) masuk dan berdiri di Kota Tarakan.

Sebelumnya juga, dari organisasi masyarakat (ormas)  lokal melakukan  penolakan  terhadap GRIB.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik atau Kesbangpol Tarakan, Muhammad Haris,  hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan atau permohonan resmi dari kelompok tersebut.

“Kalau memang ada, mestinya mereka melapor ke sini. Tapi sampai sekarang belum ada laporan, baik dari Tarakan maupun wilayah lain di Kaltara," beber Muhammad Haris.

Baca juga: Kapolresta Bulungan Tegaskan Bakal Sikat Premanisme Berkedok Ormas

Lebih lanjut ia menjelaskan sesuai aturan, setiap organisasi kemasyarakatan yang ingin beraktivitas secara sah harus memenuhi syarat formal.

"Di antaranya memiliki SK dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) atau Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dari Kementerian Dalam Negeri, dan wajib melapor ke Kesbangpol setempat," ungkap Haris.

Dan dalam hal ini, Kesbangpol memiliki tugas melakukan  pendataan.

Jika mereka (ormas)  punya legalitas yang jelas dan melapor, maka Kesbangpol  akan catat. 

"Tapi kalau belum ada SK atau SKT, maka secara formal mereka belum diakui,” tegasnya.

Ia juga menanggapi  kabar yang beredar di media dan media sosial terkait GRIB dan tokoh-tokohnya.

Termasuk kemunculan foto bersama Hercules, Haris mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpancing.

Haris menegaskan bahwa saat ini kondisi keamanan dan ketentraman di Tarakan relatif terjaga.

Ini juga berkat pengawasan rutin terhadap aktivitas ormas yang melibatkan pihak-pihak terkait.

“Ke depan diperlukan juga pendekatan budaya dengan intensitas dialog. Ini  agar tercipta pemahaman bersama mengenai pentingnya menjaga Indonesia yang aman, damai juga tenteram. Dengan begitu, masyarakat dapat hidup tenang dan mencari nafkah dengan nyaman,” tukasnya.

Sebelumnya pada Sabtu (17/5/2025) siang kemarin, ribuan massa diperkirakan memadati persimpangan 4 Grand Tarakan Mall Kota Tarakan.

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved