Minggu, 3 Mei 2026

Berita Tarakan Terkini

Tanggapi Penolakan GRIB Masuk ke Tarakan, Kesbangpol Beber Syarat Formal Ormas Bisa Terdata Resmi

Kesbangpol Tarakan belum menerima adanya laporan rencana Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) masuk dan berdiri di Kota Tarakan.

Tayang:
Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Tarakan, Muhammad Haris 

Ribuan massa ini berasal dari gabungan aliansi adat dan ormas lokal di Tarakan.

Ribuan massa memadati depan GTM dalam rangka menolak Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) Jaya masuk ke Kaltara

Penolakan ormas GRIB Jaya secara terang-terangan disampaikan ribuan massa dari aliansi masyarakat adat dan gabungan ormas lokal di Tarakan Provinsi Kaltara.

Adapun massa aksi damai ini memulai konvoi kendaraan dari Balai Adat kemudian menuju persimpangan empat Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Mulawarman, Jalan Gajah Mada dan Jalan Yos Sudarso.

Di kesempatan itu, mereka juga menyampaikan orasi sebagai bentuk penolakan Ormas GRIB Jaya.

Dikatakan Koordinator Aksi, Ricky Febriansyah menyampaikan alasan penolaalkan GRIB Jaya di Bumi Paguntaka karena dinilai anarkis dan kerap menonjollan premanisme.

Kemudian menurut pihaknya, keberadaan Aliansi Masyarakat Adat dan Ormas Lokal saat ini sudah cukup membuat Kaltara kondusif.

Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan petisi penolakan GRIB Jaya.

Lebih lanjut diterangkan Ricky, kegiatan berlangsung aman damai dan kondusif.

Baca juga: Bentuk Satgas Berantas Premanisme dan Ormas, Kapolres Tarakan Imbau Korban Melapor

"Perhatian kami untuk pemerintah, khususnya Kesbangpol, dalam melegalitaskan organisasi baru tolong lebih jeli dan teliti dan haruslah mempertimbangkan aspek tatanan dan budaya. Jangan sampai kondusivitas dan kamtibmas Tarakan terganggu gara-gara organisasi baru," tegas Ricky. 

Adapun yang turut dalam aksi damai yakni Yayasan Lembaga Budaya Dayak Tidung Bersatu (DPP YLBDTB).

Kemudian ormas lokal yang mengikuti kegitan aksi damai di antaranya Yayasan Lembaga Budaya Dayak Tidung Bersatu, Tameng Adat Borneo, IPBB, Gepak Kuning, PM SART (Serdaduq), LPADKT, Perpedayak, Bapasak, GALAK, dan Jubah Hitam Gepak. 

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved