Berita Bulungan Terkini

Mengenal Toni Kurniawan, Siswa SMKN 1 Tanjung Selor Nyambi Jualan Kopi, Peroleh Ratusan Ribu Sehari

Toni Kurniawan, siswa SMKN 1 Tanjung Selor yang nyambi jualan kopi. Sepulang sekolah ia jualan di Taman Tepian Kayan.

Editor: Amiruddin
HO/Dokumentasi Toni Kurniawan
NYAMBI JUALAN KOPI - Toni Kurniawan, siswa SMKN 1 Tanjung Selor yang nyambi jualan kopi. Sepulang sekolah ia jualan di Taman Tepian Kayan. 

TRIBUNKALTARA.COM - Tiga pemuda berkaos oblong terlihat duduk santai sembari menyeruput kopi, di selasar sebuah kedai kopi di Taman Tepian Kayan pada Selasa 1 Juli 2025 petang.

Lokasi kedai kopi itu, berada di bilangan Jl Jenderal Sudirman, Tanjung Selor, Kalimantan Utara ( Kaltara ).

Ada juga dua anak muda yang antre memesan kopi.

Kedai kopi itu bernama Pejuang Coffee.

Terlihat pula seorang pemuda usia 18 tahun yang tampak sibuk meracik kopi.

Dialah Toni Kurniawan.

Toni Kurniawan, anak muda asal Desa Lepak Aru, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, Kaltara.

Meski masih muda, Toni Kurniawan begitu lihai meracik kopi.

"Saya jualan kopi di sini bareng teman.

Sejak 2023 saya jualan.

Kalau di tempat ini, baru 2024 saat Taman Tepian Kayan mulai ramai," kata Toni Kurniawan, saat ditemui TribunKaltara.com, Selasa 1 Juli 2025 petang.

 

Toni Kurniawan
NYAMBI JUALAN KOPI - Toni Kurniawan, siswa SMKN 1 Tanjung Selor yang nyambi jualan kopi. Sepulang sekolah ia jualan di Taman Tepian Kayan.

Baca juga: Cerita Nurcahaya Ningsi, Gadis Penjual Bakpao di Tanjung Selor, Bisa Raup Cuan Rp 1 Juta Sehari

 

Toni Kurniawan mengatakan, saat ini dirinya masih duduk di bangku kelas XII SMKN 1 Tanjung Selor.

Ia mengambil jurusan pemasaran di SMKN 1 Tanjung Selor.

Ia kini nyambi jualan kopi di kedai Pejuang Coffee, yang ada di Taman Tepian Kayan itu.

"Saya biasanya jualan mulai pukul 18.00 WITA petang, sampai 23.00 WITA malam.

Jadi setelah pulang sekolah, saya mulai siap-siap tuh untuk jualan kopi," ujarnya.

Di kedai tempat Toni Kurniawan jualan, kopi dijual mulai Rp 10 ribu, hingga Rp 15 ribu per-cup atau gelas.

Menu-menu kopi di kedai Toni Kurniawan pun beragam.

Ada coffee kure, vanilla latte, oreo latte, caramel latte, dan lainnya.

"Ramainya biasanya pukul 20.00 WITA malam," kata Toni Kurniawan.

"Biasanya yang paling ramai orang beli itu Coffee Kure, karena inilah kopi spesialnya kami," katanya.

Meski masih sekolah, Toni Kurniawan memilih nyambi jualan kopi.

Apalagi kata dia, jualan kopi itu tidak mengganggu jam belajarnya.

Yang jelas, kata Toni Kurniawan, harus pandai mengatur waktu.

"Saya juga mau sekolah, dan tidak ingin membebani orang tua saya.

Makanya, saya memilih nyambi jualan kopi.

Lumayan bisa menambah biaya sekolah, uang jajan, dan tabungan," kata Toni Kurniawan.

Toni Kurniawan menambahkan, dalam sehari bisa saja meraup cuan hingga ratusan ribu rupiah dari hasilnya jualan kopi.

Meski diakuinya, terkadang pula pengunjung di kedainya sepi.

"Yah, namanya jualan, kadang sepi kadang ramai.

Yang jelas harus tekun, dan tidak mudah menyerah berusaha," tuturnya.

Sembari meracik kopi, Toni Kurniawan mengajak rekan seusianya untuk berani berusaha sejak muda.

Walau kata dia, usaha dimulai dari usaha kecil-kecilan dulu.

Termasuk jualan kopi.

"Jangan pernah malu untuk mencari rezeki, selagi itu halal dan berkah.

Kalau malu dan gampang nyerah, kesuksesan akan jauh dari kita," pungkasnya.


(*)

Penulis: Donieber Christian (peserta magang SMKN 2 Tanjung Selor)

 

Baca Berita Terkini Tribun Kaltara di Google News

Sumber: Tribun Kaltara
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved