Sabtu, 25 April 2026

Kaltara Dilanda Cuaca Panas

Cuaca Panas, BPBD Kaltara Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Ancaman Karhutla

Beberapa hari terakhir ini di wilayah Kalimantan Utara kondisi cuaca panas yang sangat terik. Sehingga masyarakat diimbau waspada Karhutla.

|
Penulis: Edy Nugroho | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ISTIMEWA
WASPADA KEBAKARAN LAHAN - Memasuki musim panas, warga diimbau berhati-hati dan waspada saat membakar lahan. 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara meningkatkan kewaspadaan, menyusul meningkatnya suhu udara di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) ini dalam beberapa hari terakhir. 

Seperti diketahui, cuaca panas ekstrem dinilai berpotensi menimbulkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah rawan.

Berkaitan dengan kondisi cuaca panas tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kaltara Andi Amriampa mengatakan, pihaknya telah memetakan beberapa titik yang perlu diwaspadai, khususnya di Bulungan dan Nunukan.

“Di Bulungan, daerah yang rawan karhutla antara lain Tanjung Palas Barat dan Tanjung Palas Timur. Sedangkan di Nunukan, wilayah yang perlu diantisipasi ada di Pulau Nunukan,” ungkap Andi Amriampa, Sabtu (26/07/2025).

Baca juga: Memasuki Musim Kemarau, BPBD Kaltara Rapatkan Barisan Tingkatkan Antisipasi Karhutla

Pihaknya pun telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk terus memantau kondisi lapangan dan berkoordinasi aktif dengan BPBD kabupaten/kota.

BPBD Kaltara mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran terbuka dan segera melapor jika menemukan titik api. “Kewaspadaan masyarakat sangat penting untuk mencegah potensi bencana yang lebih besar,” tegas Andi Amriampa.

Terpisah, Plt Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kaltara, Rony Haryanto menambahkan, sesuai arahan pimpinan, timnya dalam kondisi siaga penuh. 

Berdasarkan laporan BMKG, tren curah hujan diprediksi menurun mulai akhir Juli hingga awal Agustus, sehingga risiko karhutla meningkat.

“Tim kami terus memantau kondisi lapangan. Sesuai arahan pimpinan, kesiapsiagaan ditingkatkan, terutama karena musim kering mulai terasa meski Kaltara dikenal dengan musim hujan sepanjang tahun,” ujarnya.

Baca juga: Karhutla jadi Ancaman, BPBD Kaltara Sosialisasikan Mitigasi dan Kesiapsiagaan Kawasan Rawan Bencana

Dalam beberapa terakhir ini kondisi cuaca panas terik.  Berdasarkan data BMKG Tanjung Harapan, suhu udara di Kaltara mencapai 34–35 derajat Celcius dalam beberapa hari terakhir, dan diperkirakan masih bertahan hingga tiga hari ke depan.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III atau BMKG Tanjung Harapan Abdul Haris Zulkarnaen, Forcester Sylvi Yulianti dalam rilisnya menjelaskan, cuaca panas ini dipengaruhi oleh siklon tropis dari wilayah Filipina yang menyedot uap air dan mengurangi tutupan awan di atas Kalimantan Utara. Akibatnya, sinar matahari lebih leluasa menembus permukaan bumi.

“Meski belum tergolong ekstrem karena masih di bawah 36 derajat Celcius, kondisi ini cukup membuat udara terasa lebih kering dan menyengat,” katanya.

BMKG mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, menjaga hidrasi tubuh, serta melindungi diri dari paparan langsung sinar UV—terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan.

Sylvi menambahkan bahwa Kaltara secara umum masuk dalam Zona Satu Musim, yaitu musim hujan sepanjang tahun. Namun, daerah-daerah tertentu seperti Pulau Sebatik, Pulau Nunukan, dan sebagian Tanjung Palas Timur tetap memiliki potensi mengalami musim kering.

(*)

Penulis: Edy Nugroho 

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved